Pilih Laman

Yusnen Resmi Sandang Gelar Doktor ke-7 UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Hadirkan Model Mitigasi Bencana Gunung Marapi Berbasis Pentahelix dan Nilai-Nilai Islam

oleh | Agu 3, 2026

175

Batusangkar – Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar kembali menorehkan capaian akademik dengan melahirkan doktor baru. Yusnen resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Batch II Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai IV Kampus II, Senin (3/8/2026).

Keberhasilan tersebut menjadikan Yusnen sebagai doktor ketujuh yang dilahirkan Program Doktor Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam membangun tradisi akademik dan riset pada jenjang pendidikan tertinggi melalui lahirnya doktor-doktor yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

Dalam sidang terbuka tersebut, Yusnen mempertahankan disertasi berjudul “Implementasi Mitigasi Bencana Gunung Marapi Berbasis Pentahelix dengan Pendekatan Islam di Kabupaten Tanah Datar.” Penelitian ini mengkaji model mitigasi bencana yang mengintegrasikan kolaborasi lima unsur utama (pentahelix), yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media, dengan nilai-nilai Islam sebagai fondasi dalam membangun kesadaran, kesiapsiagaan, dan ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman bencana, khususnya erupsi Gunung Marapi.

Disertasi tersebut menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan teknis maupun kelembagaan, tetapi juga memerlukan penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial. Nilai-nilai Islam seperti ta’awun (tolong-menolong), ikhtiar, amanah, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan menjadi bagian integral dalam membangun budaya mitigasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi model konseptual sekaligus rujukan praktis bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan mitigasi bencana berbasis masyarakat.

Ujian terbuka dilaksanakan di hadapan Dewan Penguji yang terdiri atas Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. selaku Ketua Dewan Sidang, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Sidang sekaligus Promotor, Dr. Sirajul Munir, M.Pd. sebagai Sekretaris Sidang, Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. sebagai Co-Promotor I, Dr. Irman, S.Ag., M.Pd. sebagai Co-Promotor II, Dr. Adripen, M.Pd. sebagai Penguji Internal, serta Dr. Novelti, M.Hum. sebagai Penguji Eksternal.

Setelah melalui proses akademik yang berlangsung secara objektif, kritis, dan komprehensif, dewan penguji menyatakan Yusnen lulus dan berhak menyandang gelar Doktor pada Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., menilai bahwa disertasi Yusnen merupakan representasi dari arah pengembangan riset doktoral yang terus didorong Pascasarjana, yakni menghasilkan penelitian yang memiliki nilai kebaruan (novelty), relevansi akademik, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus mengarahkan setiap disertasi agar tidak berhenti pada pengembangan teori, tetapi mampu menghadirkan model, konsep, maupun rekomendasi yang aplikatif dalam menjawab persoalan bangsa. Penelitian mengenai mitigasi bencana berbasis pentahelix dengan pendekatan Islam ini menunjukkan bahwa integrasi ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu kontemporer mampu menghasilkan solusi yang komprehensif terhadap tantangan pembangunan, khususnya di wilayah rawan bencana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Marjoni menegaskan bahwa Pascasarjana akan terus memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah bereputasi, kolaborasi akademik nasional dan internasional, serta menghasilkan lulusan doktor yang mampu menjadi pemimpin pemikiran (thought leader) sesuai dengan visi UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan bereputasi.

Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor (S3) Studi Islam, Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa tema disertasi Yusnen mencerminkan arah pengembangan Program Doktor yang semakin menekankan penelitian multidisipliner berbasis kebutuhan masyarakat (problem based research).

Menurutnya, isu kebencanaan merupakan persoalan strategis yang membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Islam dengan tata kelola mitigasi bencana melalui pendekatan pentahelix menjadi inovasi akademik yang diharapkan mampu memperkaya khazanah keilmuan sekaligus memberikan kontribusi dalam penyusunan kebijakan publik.

“Program Doktor Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus mengembangkan disertasi yang memenuhi standar Level 9 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), memiliki kebaruan ilmiah, kedalaman analisis, dan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan maupun penyelesaian persoalan masyarakat. Inilah karakter lulusan doktor yang terus kami bangun,” jelas Prof. Rahmad.

Pelaksanaan Ujian Terbuka Promosi Doktor Batch II ini semakin memperkuat posisi Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan responsif terhadap berbagai isu strategis. Beragam tema disertasi yang dihasilkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan publik, pendidikan, tata kelola pemerintahan, serta pemberdayaan masyarakat.

Dengan lahirnya doktor ketujuh ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul, memperkuat tradisi penelitian, serta melahirkan sumber daya manusia berkualifikasi doktor yang mampu memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemajuan peradaban. (hospiburda)