
Batusangkar — Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar resmi meyudisium 137 mahasiswa pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dalam prosesi yang berlangsung khidmat, jumat (20/2/2026) di Aula Fakultas Syariah Lantai III.
Kegiatan yudisium dibuka dan dikukuhkan langsung oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Nofialdi, M.Ag., serta dihadiri oleh Wakil Dekan I, II, dan III, Kepala Bagian Tata Usaha, jajaran Ketua Program Studi, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Syariah.
Dalam sambutannya, Prof. Nofialdi menegaskan bahwa gelar sarjana syariah bukan sekadar capaian akademik, tetapi amanah keilmuan yang harus diwujudkan dalam praktik hukum yang berkeadilan dan berkemaslahatan serta diamalkan dalam kehidupan.
“Lulusan Syariah harus mampu menghadirkan hukum Islam yang responsif terhadap perkembangan zaman, tanpa kehilangan nilai dasar keadilan dan integritas,” tegasnya.

Adapun rincian jumlah yudisi berdasarkan program studi adalah sebagai berikut:
- Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyyah) berjumlah 51 orang
- Hukum Ekonomi Syariah (HES) berjumlah 31 orang
- Hukum Tata Negara (HTN) berjumlah 55 orang

Program Studi Hukum Tata Negara menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 55 yudisi, disusul Hukum Keluarga sebanyak 51 orang dan Hukum Ekonomi Syariah 31 orang.
Prosesi yudisium berlangsung penuh rasa haru dan kebanggaan. Para lulusan diharapkan mampu berkontribusi sebagai akademisi, praktisi hukum, mediator, maupun penggerak kebijakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Dengan bertambahnya 137 sarjana baru ini, Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu hukum Islam yang adaptif, profesional, dan berdaya saing. (hospiburda)