
Batusangkar – Rangkaian Wisuda ke-58 UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang digelar pada 9–10 September 2025 tidak hanya menjadi momen akademik bersejarah bagi 1.264 wisudawan, tetapi juga membawa dampak nyata bagi perekonomian masyarakat sekitar kampus.
Selama dua hari pelaksanaan, ribuan orang tua, keluarga, dan tamu undangan hadir di Batusangkar. Kehadiran mereka menciptakan perputaran uang yang diperkirakan mencapai Rp.500 juta–Rp.700 juta di sekitar kampus.
Para pedagang makanan, minuman, hingga warung harian di sekitar kampus mengaku omzet mereka naik hingga 100–200 persen. Jika rata-rata satu pedagang memperoleh tambahan Rp1–2 juta per hari, maka ratusan pedagang bisa menghasilkan puluhan hingga ratusan juta rupiah selama dua hari wisuda.
Seorang pedagang cindua di sekitar Kampus II menyebutkan, “Biasanya jualan hanya 50 porsi sehari, tapi saat wisuda bisa sampai 200 porsi. Omzet bisa tembus Rp3 juta sehari,” ungkapnya dengan wajah sumringah.
Wisuda juga menjadi berkah bagi jasa fotografi. Ratusan wisudawan memesan paket foto keluarga, baik di dalam kampus maupun di studio foto.
Beberapa fotografer mengaku menerima order hingga Rp5–10 juta dalam dua hari, terutama dari paket dokumentasi keluarga besar. Total perputaran jasa fotografi saja diperkirakan mencapai Rp.150 juta selama kegiatan wisuda.
Selain kuliner dan fotografi, usaha transportasi lokal juga ikut kebanjiran order. Banyak keluarga wisudawan menggunakan jasa sewa mobil dan angkutan harian. Homestay dan penginapan sekitar Batusangkar pun penuh terisi selama dua malam berturut-turut.
Rektor UIN MY Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan akademik kampus membawa dampak luas bagi masyarakat. “Wisuda bukan hanya kebahagiaan akademik, tapi juga berkah ekonomi. Kampus hadir dan tumbuh bersama masyarakat, dan kami bangga karena keberadaan UIN MY Batusangkar memberi manfaat langsung bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dengan demikian, Wisuda ke-58 bukan hanya sukses mengukuhkan ribuan sarjana baru, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, memperkuat ikatan kampus dengan masyarakat, dan membuktikan bahwa keberadaan perguruan tinggi membawa manfaat berlapis. (hospiburda)