Pilih Laman

UIN MY Batusangkar dan UIN Suska Riau Bahas Strategi PMB, Calon Mahasiswa Makin Selektif Memilih Prodi

oleh | Sep 4, 2026

104

Batusangkar — UIN Mahmud Yunus Batusangkar menerima kunjungan Tim Evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau yang dipimpin oleh Wakil Rektor I, Prof. H. Raihani, M.Ed., Ph. D, untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan dinamika penerimaan mahasiswa baru. Pertemuan berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai IV Kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Jumat (4/9/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. Suswati Hendriani, M.Pd., M.Pd, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. H. Eficandra, S.Ag., M.Ag, Kepala Biro UAPK, Dr. H. Yasrizal, MA, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta jajaran terkait.

Dalam sambutannya, Prof. Delmus menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Evaluasi PMB UIN Suska Riau. Ia mengawali pertemuan dengan ucapan selamat datang sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Rektor kemudian memaparkan sejumlah persoalan yang dihadapi perguruan tinggi dalam pelaksanaan PMB, terutama dalam membaca perubahan perilaku calon mahasiswa dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi.

Menurut Prof. Delmus, calon mahasiswa saat ini semakin memiliki banyak pertimbangan ketika memilih perguruan tinggi dan program studi. Akreditasi program studi tidak selalu menjadi satu-satunya faktor penentu pilihan calon mahasiswa. Minat, prospek program studi, lingkungan akademik, lokasi, biaya, peluang pengembangan diri, hingga citra perguruan tinggi turut menjadi pertimbangan.

“Calon mahasiswa sekarang mempunyai pilihan yang semakin luas. Mereka tidak hanya melihat akreditasi program studi, tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek lain yang mereka anggap penting untuk masa depan,” ujar Prof. Delmus.

Ia menilai kondisi tersebut perlu dibaca secara serius oleh perguruan tinggi, khususnya dalam menyusun strategi PMB. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menawarkan program studi, tetapi juga harus mampu menjelaskan nilai dan keunggulan yang akan diperoleh mahasiswa ketika memilih program studi tersebut.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Suska Riau, Prof. H. Raihani, M.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa persoalan PMB saat ini memang semakin kompleks. Perguruan tinggi harus berhadapan dengan perubahan demografi calon mahasiswa, kompetisi antarperguruan tinggi, serta semakin luasnya pilihan pendidikan tinggi yang tersedia.

Ia juga menyinggung persoalan persepsi masyarakat mengenai kesetaraan ijazah perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi perlu memahami bahwa calon mahasiswa memiliki hak untuk menentukan pilihan pendidikannya.

“Calon mahasiswa memiliki hak untuk memilih. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu memberikan alasan yang kuat mengapa mereka perlu memilih program studi dan perguruan tinggi kita,” ungkap Prof. Raihani.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa strategi PMB tidak dapat lagi hanya bertumpu pada pola promosi konvensional. Perguruan tinggi dituntut memahami data, membaca tren peminat, serta mengidentifikasi faktor yang mendorong calon mahasiswa memilih dan akhirnya melakukan daftar ulang.

Dalam diskusi tersebut, Tim UIN Suska Riau juga memaparkan analisis data PMB periode 2024–2026. Data menunjukkan jumlah peminat UIN Suska Riau mencapai titik tertinggi pada 2025 sebanyak 33.446 orang, kemudian turun menjadi 28.373 orang pada 2026 atau berkurang sekitar 15,2 persen. Sementara jumlah peserta yang lulus pada 2026 tercatat 7.033 orang, dengan 5.396 orang melakukan daftar ulang.

Menariknya, perubahan tidak terjadi secara seragam pada seluruh jalur penerimaan. Pada 2026, SPAN-PTKIN menjadi jalur dengan jumlah peminat terbesar, yakni 11.638 orang, disusul UM-PTKIN sebanyak 4.378 orang dan SNBP sebanyak 3.482 orang. Di sisi lain, jalur Undangan Mandiri mengalami peningkatan sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut menjadi salah satu bahan penting dalam diskusi karena menunjukkan bahwa strategi PMB perlu dibangun berdasarkan karakter masing-masing jalur, bukan dengan pendekatan yang seragam.

Pada sisi konversi, jalur juga menunjukkan karakter yang berbeda. Tahun 2026, rasio daftar ulang tertinggi tercatat pada Mandiri S2 dan S3 sebesar 90 persen, SNBP 89 persen, CAT Mandiri 85 persen, SMMPTN Barat 84 persen, dan UM-PTKIN 83 persen.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan diskusi yang dipimpin Ketua LPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Ulya Atsani, M.Hum. Diskusi menjadi ruang bertukar pengalaman antara kedua perguruan tinggi dalam membaca tren PMB, menentukan strategi promosi, mengoptimalkan kanal penerimaan, serta meningkatkan konversi dari peminat menjadi mahasiswa.

Analisis UIN Suska juga merekomendasikan pentingnya melakukan audit terhadap kanal promosi yang mengalami penurunan peminat, memanfaatkan data sekolah dan wilayah untuk menentukan sasaran promosi, serta memperkuat komunikasi setelah peserta dinyatakan lulus agar keputusan daftar ulang dapat ditingkatkan.

Bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk melihat PMB bukan sekadar proses administratif penerimaan mahasiswa, tetapi sebagai bagian dari strategi pengembangan institusi dan keberlanjutan program studi.

Pertukaran pengalaman antara UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan UIN Suska Riau juga memperlihatkan bahwa tantangan PMB perguruan tinggi ke depan semakin membutuhkan pendekatan berbasis data. Calon mahasiswa bukan sekadar objek promosi, tetapi aktor yang memiliki informasi, preferensi, dan kebebasan menentukan masa depan pendidikannya. Dengan demikian, perguruan tinggi dituntut semakin adaptif dalam membaca perubahan minat calon mahasiswa sekaligus memperkuat kualitas akademik, layanan, reputasi, dan keunggulan program studi sebagai alasan utama bagi calon mahasiswa untuk memilih. (hospiburda)