
Batusangkar – Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar tengah bersiap melaksanakan baralek akademik yaitu Pengukuhan Tiga Guru Besar sekaligus, Rabu (9/7/2025). Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam memperkokoh kapasitas keilmuan, mengokohkan budaya riset, serta memberikan kontribusi bermakna bagi kemajuan bangsa dan dunia Islam. Tiga sosok intelektual akan menerima amanah akademik tertinggi, yaitu gelar Profesor atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam bidang keilmuan masing-masing.
Berikut profil lengkap ketiga Guru Besar yang akan menjadi bagian penting dari sejarah dan kebanggaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar:
1. Prof. Dr. Ardimen, S.Ag., M.Pd., Kons. (Guru Besar dalam Bidang Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam)
Prof. Dr. Ardimen, S.Ag., M.Pd., Kons. merupakan figur sentral dalam pengembangan ilmu Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam di Indonesia. Beliau mengawali pengabdiannya di STAIN Batusangkar sejak 2001 dan terus konsisten mengabdi hingga kini sebagai dosen dan Ketua Bidang SDM Senat UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Saat ini, beliau juga aktif sebagai pengajar pada Program Pascasarjana, khususnya di Program Studi S2 Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI).
Produktivitas akademik Prof. Ardimen tercermin dari banyaknya publikasi ilmiah yang telah diterbitkan, baik dalam jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Ia juga berperan aktif sebagai reviewer, editor jurnal, serta pembicara dalam berbagai forum ilmiah, seminar nasional, pelatihan profesional, dan pengabdian masyarakat. Selain itu, kiprah beliau di berbagai organisasi keilmuan dan profesi mempertegas eksistensinya sebagai akademisi yang visioner, kolaboratif, dan berdedikasi tinggi.
Pengukuhan ini menjadi penghargaan atas jejak panjang pengabdian beliau dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter dan kebermaknaan pendidikan Islam melalui pendekatan bimbingan dan konseling.
2. Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. (Guru Besar dalam Bidang Politik Islam)
Prof. Delmus Puneri Salim saat ini menjabat sebagai Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Beliau akan dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Politik Islam. Pendidikan magister ditempuh di Flinders University of South Australia (2003) dan Aberdeen University, United Kingdom (2007), kemudian dilanjutkan dengan program doktoral di Sydney University, Australia (2012).
Berbagai beasiswa bergengsi pernah diraihnya, mulai dari beasiswa Kemenag MAPK, Baznas, Australian Development Scholarship, Chevening Award, Australian Awards, hingga Fulbright. Sejak menjadi Dosen IAIN Manado pada 1999, Prof. Delmus aktif melakukan riset dalam bidang Agama dan Politik, menghasilkan lebih dari 30 artikel dan buku ilmiah, serta turut serta dalam Consortium Peneliti Politik Muda Indonesia.
Sebagai pemimpin akademik dan intelektual publik, Prof. Delmus memiliki visi yang kuat dalam membangun UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai pusat keilmuan Islam yang berkelas dunia dengan berbasis pada lokalitas dan riset kontekstual. Pengukuhan beliau merupakan pengakuan atas integritas akademik dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu Politik Islam di Indonesia dan dunia.
3. Prof. Dr. M. Haviz, M.Si., Dt. Bandaro Basa (Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Biologi)
Prof. Dr. M. Haviz, M.Si., Dt. Bandaro Basa, adalah akademisi multitalenta yang menyandang gelar Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Biologi. Saat ini, beliau menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Sosoknya dikenal luas karena kemampuan akademik yang unggul, sekaligus memiliki bakat dan kecintaan terhadap seni dan olahraga, menjadikannya pribadi yang seimbang dan inspiratif.
Dalam bidang keilmuan, Prof. Haviz telah menghasilkan banyak publikasi di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi, serta menulis berbagai buku ajar dan referensi yang telah mendapatkan pengakuan dalam bentuk Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Selain sebagai pendidik dan peneliti, beliau juga aktif dalam berbagai organisasi ilmiah dan kegiatan sosial kemasyarakatan, mencerminkan dedikasi beliau terhadap pengembangan ilmu dan penguatan jejaring sosial-akademik.
Pengukuhan ketiga Guru Besar ini merupakan tonggak penting bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiganya diharapkan menjadi motor penggerak dalam menciptakan iklim akademik yang kondusif, memajukan riset berbasis kebutuhan umat dan bangsa, serta memperkuat peran kampus dalam pembangunan berkelanjutan sesuai visi dan misi UIN Mahmud Yunus Batusnagkar.
Penulis : Ayesha
Editor : Hospi Burda