Padang, 4 Oktober 2025 — Gelaran bergengsi Seiba International Festival ke-3 resmi ditutup Sabtu malam (4/10) di Aula Gedung J Kampus III. Festival yang menjadi ajang kolaborasi seni dan budaya ini diikuti oleh 17 PTKIN dari seluruh Indonesia serta perwakilan dari lima negara Asia Tenggara: Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Dalam festival bertaraf internasional ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar tampil gemilang dengan meraih sejumlah penghargaan prestisius. Delegasi kampus tersebut sukses menyabet Platinum pada cabang Film Pendek, serta empat medali Gold masing-masing pada cabang Tari Kontemporer, Tari Tradisional, Monolog, dan Pop Solo. Tak hanya itu, mereka juga mengantongi Silver dari cabang Puisi.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar mampu bersaing di panggung internasional. Lebih dari sekadar lomba, Seiba menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang penguatan identitas budaya generasi muda lintas negara.

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, Ph.D, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa tersebut. Ia menegaskan bahwa partisipasi dalam festival ini bukan hanya tentang membawa pulang medali, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter mahasiswa agar siap hidup di tengah masyarakat yang majemuk dan dinamis.

“Prestasi ini adalah cerminan kerja keras, dedikasi, dan kekompakan tim. Lebih penting dari itu, ini adalah proses pembelajaran yang memperkaya jiwa seni, budaya, dan semangat kolaborasi lintas bangsa,” ujar Prof. Delmus.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada seluruh delegasi, peserta, pelatih, official, dan pendamping yang telah mengharumkan nama UIN Mahmud Yunus Batusangkar di kancah internasional. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan menginspirasi lebih banyak generasi muda ke depannya.