Pilih Laman

The 10th BIC: Pascasarjana UIN MY Batusangkar Bahas Teknologi Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan

oleh | Jul 6, 2025

218

Batusangkar – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar kembali menggebrak dengan agenda internasional bertaraf global bertajuk 10th Batusangkar International Conference on Digital Technologies for Sustainable Development (BICoDIS X). Event akbar yang akan digelar secara hybrid pada 11-12 Oktober 2025 ini menjadi momentum emas bagi akademisi dan praktisi dari berbagai belahan dunia untuk menyatukan gagasan tentang peran strategis teknologi digital dalam pembangunan berkelanjutan.

Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, sekaligus keynote speaker pada konferensi Internasional Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., menjelaskan bahwa The 10th BIC merupakan agenda rutin yang tidak hanya akan dihadiri oleh civitas akademika Pascasarjana, tetapi juga mengundang akademisi dari luar negeri untuk berpartisipasi. “Ini adalah kegiatan rutin yang bertujuan untuk mempertemukan para pemikir dan praktisi dalam membahas isu-isu strategis,” ungkap Prof. Marjoni.

Atmosfer optimisme juga disuarakan oleh Ketua Pelaksana The 10th BIC, Dr. Sirajul Munir, M.Pd, yang juga Wakil Direktur Pascasarjana UIN MY Batusangkar. Ia mengungkapkan bahwa tahun ini antusiasme peserta The 10th BIC melonjak tinggi dengan lima pakar internasional dari berbagai negara sudah memastikan kehadiran mereka. Mereka adalah (1). Dr. Mahmud Ahmad Mahmud Mansur, Dosen Ilmu Tafsir dan Al-Qur’an, Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir, (2). Dr. Omar Javaid , Dosen Institut Manajemen Bisnis, Karachi Pakistan. (3). Prof. Dr. M. Haviz, M.SI, Profesor Pendidikan Biologi UIN Mahmud Yunus Batusangkar. (4). Dr. Helena Sit, Universitas Newcastle, Australia. (5). Prof. Dr. Che Zarrina Binti Sa’ari, Jurusan Aqidah dan Pemikiran Islam Akademi Studi Islam Universitas Malaya. “Kegiatan ini merupakan annual event kami yang selalu berupaya mendatangkan pakar terkemuka dari berbagai disiplin ilmu,” jelas Dr. Sirajul Munir.

Sementara itu, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, M.A., M.Res., Ph.D., menyambut hangat langkah progresif Pascasarjana ini. Menurutnya, The 10th BIC akan menjadi ruang strategis untuk memproduksi ide-ide inovatif. “Saya berharap bahwa event ini menjadi tempat berkumpul para akademisi untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan teknologi digital, sehingga dapat menghasilkan pemikiran dan solusi inovatif untuk pembangunan berkelanjutan,” tutur Rektor.

Konferensi ini akan menyatukan para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian terbaru, serta menjalin kolaborasi strategis. Tema BICoDIS X yang spesifik menyoroti teknologi digital untuk pembangunan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan rekomendasi dan solusi konkret yang dapat diimplementasikan dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi, hukum Islam, pendidikan, study Islam, sosial, hingga teknologi.

Para peserta akan memiliki kesempatan untuk mengikuti sesi pleno dengan narasumber utama, serta sesi paralel untuk presentasi makalah ilmiah. Format hybrid yang diterapkan memungkinkan partisipasi yang lebih luas, baik secara fisik di kampus UIN MY Batusangkar maupun secara daring dari lokasi masing-masing. (Fathur-Desi)