
Batusangkar — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menggelar kegiatan Sekolah Aktivis Perempuan pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas serta peran mahasiswi dalam organisasi dan ruang publik.
Kegiatan yang berlangsung dengan antusias tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor III UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Irman, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) yang telah menginisiasi kegiatan penguatan kapasitas bagi aktivis perempuan di lingkungan kampus.

“Atas nama pimpinan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, kami menyampaikan terima kasih kepada DEMA dan SEMA yang telah mengangkat sebuah agenda yang sangat baik, yaitu Sekolah Aktivis Perempuan. Kegiatan ini memberikan nuansa dan pencerahan bagi mahasiswi yang aktif dalam organisasi serta memberikan pembekalan kepada mereka bagaimana menjadi aktivis yang baik, terutama sebagai aktivis perempuan,” ujar Dr. Irman.
Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini para aktivis perempuan diharapkan dapat belajar dan mengenal lebih jauh berbagai peran perempuan di tengah masyarakat, sehingga mampu memberikan kontribusi positif baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Siswani Bunga A, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sekolah Aktivis Perempuan diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya peningkatan kualitas sumber daya perempuan. Hal tersebut mencakup penguatan kapasitas pemikiran, kepemimpinan, serta sikap perempuan dalam berperan di ruang publik.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswi untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat perspektif kepemimpinan perempuan, serta meningkatkan keberanian dalam menyampaikan gagasan secara konstruktif di berbagai ruang organisasi.
Melalui kegiatan Sekolah Aktivis Perempuan ini, DEMA UIN Mahmud Yunus Batusangkar berharap lahir aktivis-aktivis perempuan yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki integritas, wawasan, serta kepemimpinan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat (Echa).