Pilih Laman

Sarung, Peci, dan Semangat Kesantrian: Hari Santri 2025 Diperigati Khidmat di UIN MY Batusangkar

oleh | Okt 22, 2025

297

Batusangkar – Dalam suasana khidmat dan penuh kekhasan tradisi pesantren, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar melaksanakan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di halaman Gedung GKT Kampus II, rabu (22/10/2025).

Upacara ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., yang bertindak sebagai pembina upacara. Seluruh peserta upacara menghadiri kegiatan ini dengan pakaian khas santri: laki-laki memakai sarung, baju putih, dan peci hitam; sementara peserta perempuan mengenakan busana putih sopan dan bernuansa pesantren.

Dalam amanatnya, Rektor menyampaikan pidato resmi Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, sembari menegaskan kembali bahwa Hari Santri adalah momentum untuk mengenali kembali peran besar santri dalam sejarah bangsa dan masa depan Indonesia.

“Santri hari ini bukan hanya ahli kitab kuning, tetapi harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia. Santri adalah penjaga moral bangsa, penjaga nilai, dan pembangun peradaban,” tegas Rektor mengutip amanat Menteri Agama.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan santri bukan sekadar pewaris tradisi pesantren, tetapi juga pembaharu zaman. “Rawatlah tradisi, tetapi peluklah inovasi. Santri tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai solusi,”

Terkahir Prof. Delmus juga mengingatkan bahwa semangat Hari Santri bukan hanya milik pesantren, tetapi juga bagian dari jiwa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, kampus yang lahir dari tradisi surau dan keilmuan Islam Minangkabau.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dan sarat makna. Barisan peserta upacara tampak rapi dengan sarung berwarna-warni berpadu baju putih, menciptakan nuansa “kesatrian santri” yang kuat di tengah atmosfer akademik kampus.

Bendera Merah Putih dikibarkan dengan lantunan penuh hormat, dilanjutkan lagu mars Santri dan doa bersama untuk para ulama, pahlawan, serta santri yang telah berjuang demi agama dan bangsa.

Wakil Rektor, Kepala Biro UAPK, para dekan, direktur, pimpinan lembaga, dosen, dan tendik, hingga mahasiswa turut hadir dalam upacara ini. Kehadiran mereka meneguhkan bahwa UIN Mahmud Yunus Batusangkar tidak hanya menjadi pusat ilmu Islam modern, tetapi juga penjaga nilai-nilai tradisi pesantren dan surau Minangkabau. (hospiburda)