
Batusangkar – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 di Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar resmi ditutup dengan suasana penuh haru dan kebersamaan. Selama beberapa hari ini mulai senin 25 Agustus 2025 dengan subuh mubarak, ribuan mahasiswa baru menjalani rangkaian kegiatan yang tak hanya memperkenalkan dunia akademik, tetapi juga menanamkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kekeluargaan. Penutupan berlangsung khidmat di Auditorium Kampus II Cubadak, kamis (28/08/25). Raut wajah para mahasiswa baru tampak campur aduk: lega karena berhasil melewati PBAK, haru meninggalkan momen kebersamaan, sekaligus penuh semangat menyongsong perjalanan baru sebagai bagian dari keluarga besar UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Ketua Senat UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. H. Syukri Iska, M.Ag., secara resmi menutup kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan mendalam agar mahasiswa baru mampu memaknai perjalanan akademik ini bukan sekadar rutinitas belajar, tetapi sebagai ibadah dan pengabdian kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan.
“Kalian adalah generasi harapan. Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk mengukir prestasi. Ingatlah selalu, keberadaan kalian di kampus ini harus memberi manfaat, ” ungkap Prof. Syukri Iska dengan nada penuh kehangatan.
Beliau juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai integritas, disiplin, serta menjaga nama baik almamater. “Mahasiswa adalah cerminan masa depan bangsa. Maka sejak hari pertama, biasakanlah diri untuk jujur, bekerja keras, dan berkontribusi positif. InsyaAllah dari kampus ini akan lahir tokoh-tokoh bangsa, pemikir, ulama, dan pemimpin yang berintegritas,” tambahnya.

Penutupan PBAK 2025 ini juga meninggalkan kesan emosional. Banyak mahasiswa baru yang mengaku mendapat pengalaman berharga. Salah seorang mahasiswa baru, Nadhirah dari prodi Sistem Informasi menuturkan, “Awalnya saya takut tidak bisa beradaptasi, tapi PBAK membuat saya merasa punya keluarga baru. Saya bangga bisa jadi bagian dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Suasana semakin syahdu ketika panitia dan mahasiswa bersama-sama menyanyikan Mars UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Aula bergemuruh, seakan menyatukan semangat ribuan jiwa dalam satu ikatan keluarga besar kampus.
PBAK 2025 tak hanya meninggalkan cerita kebersamaan, tetapi juga pesan moral yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan akademik mahasiswa baru. Dengan semangat kebersamaan, nilai keislaman, serta visi menjadi kampus unggul berlandaskan kearifan lokal, UIN Mahmud Yunus Batusangkar optimis melahirkan generasi emas masa depan. (hospiburda)