Pilih Laman

Rektor UIN Mahmud Yunus Pastikan Beasiswa KIP Tepat Sasaran dan Lancar

oleh | Okt 10, 2025

234

Batusangkar – Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, Ph.D., menegaskan pentingnya ketepatan dan kelancaran dalam pendistribusian Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dalam rapat evaluasi yang digelar di Gedung Rektorat Kampus II pada Jumat (10/10/2025), Prof. Delmus meminta Wakil Rektor III, Wakil Dekan III, serta Kepala Program Studi untuk memastikan bahwa mahasiswa penerima beasiswa benar-benar sesuai kriteria dan kebutuhan.

Prof. Delmus, program beasiswa ini tidak hanya mengutamakan faktor ekonomi mahasiswa melalui verifikasi Kartu KIP, tetapi juga menilai prestasi akademik serta kemampuan spiritual. “Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa diharapkan tidak hanya mampu secara akademik, tetapi juga lancar membaca Al-Qur’an dan menjalankan shalat dengan baik,” ujarnya.

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas Wsdek III dan tim pewawancara KIP yang bertugas melakukan seleksi. Proses wawancara dan verifikasi data berjalan dengan lancar, dan pihak kampus menargetkan pengumuman hasil seleksi dapat dilakukan segera. Harapannya, dana beasiswa dapat disalurkan sebelum pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester berikutnya, sehingga membantu meringankan beban mahasiswa.

Selain Beasiswa KIP, Wakil Rektor III, Dr. Irman, M.Pd., juga mengumumkan adanya dua program beasiswa tambahan yang akan dibuka bagi mahasiswa UIN Mahmud Yunus. Pertama, beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI khusus untuk mahasiswa yang sudah menempuh semester lima, dan kedua, Beasiswa BLU dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar sendiri.

“Kami berkomitmen untuk mendukung mahasiswa dalam mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Beasiswa ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan agar mereka terus berprestasi dan aktif dalam kegiatan keagamaan,” kata Dr. Irman.

Dengan berbagai program beasiswa ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan mendukung kesuksesan mahasiswa, baik secara akademik maupun spiritual. Proses seleksi yang ketat menjadi jaminan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. (doni)