Pilih Laman

Rektor Resmi Membuka ICHLaSh 2025, Sampaikan Keynote Speech di Hari Pertama

oleh | Sep 2, 2025

179

Batusangkar – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., membuka secara resmi The 4th International Conference on Humanity, Law, and Sharia (ICHLaSh 2025) Fakultas Syariah, selasa (2/9/2025). Dalam sesi pembukaan, Rektor tampil sebagai Keynote Speaker dengan pesan yang menggelitik wacana akademik di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam pidato kuncinya, Prof. Delmus menyampaikan bahwa AI adalah bagian dari kemajuan teknologi yang harus disambut dengan semangat akademik. Namun, ia menegaskan bahwa AI tidak boleh dianggap sebagai otoritas dalam hukum Islam.

“Akademisi boleh mengikuti perkembangan AI sejauh itu membantu memperkaya analisis dan penelitian. Namun dalam konteks hukum syariah, kepercayaan kepada AI tidak boleh melampaui kepercayaan kepada ulama. Ulama tetap menjadi rujukan utama, karena mereka tidak hanya menguasai teks dan metodologi, tetapi juga membawa hikmah dan dimensi spiritualitas yang tidak bisa digantikan mesin,” ungkapnya.

Menurutnya, AI memang mampu memproses data hukum dengan cepat dan memberi gambaran solusi, tetapi syariah membutuhkan pendekatan yang lebih dari sekadar logika algoritma. Ia mengingatkan bahwa hukum Islam harus tetap berpijak pada maqashid syariah dan nilai kemanusiaan, yang hanya dapat dijaga dengan otoritas ulama.

“AI bisa menjadi mitra akademisi, tetapi bukan pengganti ulama. Justru ulama lah yang harus mengawal perkembangan teknologi ini agar tetap sejalan dengan nilai-nilai syariah,” tambah Rektor.

Dengan pandangan tersebut, Rektor mengajak seluruh akademisi dan praktisi untuk tidak terjebak dalam euforia teknologi, tetapi menjadikannya sarana penguatan ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai Islam dan kemanusiaan.

Pembukaan ICHLaSh 2025 ini sekaligus menjadi panggung dialog internasional, menghadirkan narasumber dari Malaysia, Mesir, Irak, London dan Indonesia. Tema utama konferensi, “Sharia and Law in Artificial Intelligence Era: Challenges and Opportunities for the Future of Human Dignity”, menjadi dasar untuk mendiskusikan relasi antara teknologi digital dan hukum syariah di era AI.

Acara pembukaan ICHLaSh 2025 ini dihadiri secara luring maupun daring oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro UAPK, Dekan Fakultas Syariah dan jajaran, para Dekan fakultas lainnya, Panitia Pelaksana serta para narasumber internasional, akademisi, ulama, dan mahasiswa. Kehadiran lintas elemen tersebut menegaskan semangat kebersamaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam menguatkan peran perguruan tinggi Islam di kancah global. (hospiburda)