Pilih Laman

Rahmah El-Yunusiyah Dianugerahi Pahlawan Nasional, UIN MY Batusangkar Sampaikan Ucapan Selamat

oleh | Nov 11, 2025

263

Batusangkar – Keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Rahmah El-Yunusiyah, tokoh perempuan visioner asal Sumatra Barat yang berkontribusi besar dalam pendidikan Islam, khususnya pemberdayaan perempuan.

Penganugerahan ini diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (10/11/2025) di Istana Negara, Jakarta. Keputusan ini disebut sebagai wujud penghargaan negara terhadap kiprah dan pengabdian Rahmah dalam memajukan pendidikan dan peran perempuan dalam masyarakat.

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, Ph.D., menyampaikan selamat sekaligus bangga atas pengakuan negara kepada sosok besar asal Ranah Minang tersebut. Menurutnya, Rahmah El-Yunusiyah adalah contoh konkret bagaimana Islam, ilmu, dan keberanian bisa bersinergi melahirkan perubahan sosial yang luas.

“Rahmah El-Yunusiyah bukan hanya pendidik, tetapi juga reformis sosial yang meletakkan fondasi penting bagi pendidikan perempuan di Indonesia. Gelar ini layak, sekaligus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus memperjuangkan kemajuan umat melalui ilmu dan pengabdian,” ujar Rektor.

Rahmah El-Yunusiyah dikenal sebagai tokoh perempuan yang gigih memperjuangkan pendidikan Islam. Ia mendirikan Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang pada 1 November 1923, lembaga pendidikan modern bagi perempuan yang berperan besar dalam pembentukan karakter, religiositas, dan wawasan kebangsaan generasi putri di Sumatra Barat dan Indonesia.

Lembaga ini kemudian menjadi pusat pembinaan perempuan dalam semangat kemerdekaan. Banyak tokoh perempuan terdidik lahir dari lingkungan Diniyah Puteri, termasuk Rasuna Said, salah satu murid Rahmah yang juga telah lebih dahulu dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Selain mendirikan Diniyah Puteri, Rahmah aktif dalam berbagai gerakan sosial dan pendidikan. Ia mendirikan Perserikatan Guru-Guru Putri Islam di Bukittinggi, membuka Taman Bacaan Khuttub Khannah sebagai ruang literasi perempuan, dan turut berperan dalam Serikat Kaum Ibu Sumatera (GKIS) Padang Panjang.

Rahmah juga tercatat sebagai sosok yang ikut menginisiasi lahirnya Partai Masyumi di Minangkabau, memperluas kiprahnya dalam bidang politik untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan umat.

Rektor UIN MY menegaskan, keteladanan Rahmah El-Yunusiyah patut dihidupkan kembali dalam konteks pendidikan modern.
“Kemandirian, keberanian intelektual, dan dedikasi beliau pada pemberdayaan perempuan adalah nilai besar yang harus terus kita warisi,” kata Rektor.

Pengakuan negara terhadap Rahmah El-Yunusiyah menjadi momentum penting, tidak hanya bagi keluarga besar Diniyah Puteri dan masyarakat Sumatra Barat, tetapi juga bagi seluruh dunia pendidikan Islam di Indonesia. (hospiburda)