Pilih Laman

Radiasi Elektronik di Rumah: Ancaman Tersembunyi dan Cara Mengatasinya

oleh | Feb 27, 2025

864

By. Frans Rizal Agustiyanto
ORCID ID: 0000-0002-3103-708X
Scopus ID: 57222583610
Dosen Pendidikan Fisika UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Di era digital saat ini, berbagai perangkat elektronik seperti WiFi (internet), ponsel, komputer, TV, dan microwave telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Namun, tanpa disadari, perangkat-perangkat ini memancarkan radiasi elektromagnetik yang dapat berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. Paparan radiasi dalam rumah dapat menyebabkan gangguan tidur, stres, serta mempengaruhi aktivitas otak dan kesehatan secara keseluruhan [1].

Radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh perangkat elektronik dapat memiliki berbagai dampak, antara lain gangguan tidur, stres dan kelelahan, gangguan konsentrasi, serta potensi risiko kesehatan jangka panjang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa radiasi dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur, serta memicu stres oksidatif yang berdampak pada tubuh [2].

Sebuah studi yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa paparan radiasi elektromagnetik dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan neurologis dan kognitif. Selain itu, penelitian lain menunjukkan adanya hubungan potensial antara paparan radiasi tinggi dengan peningkatan risiko kanker otak, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan dampaknya secara spesifik [3].

Allah SWT dalam Surah Ar Rum ayat 41 menjelaskan bahwa manusia akan merasakan akibat dari perbuatannya sendiri, bukan untuk menghancurkan mereka, tetapi sebagai peringatan agar mereka kembali kepada jalan yang benar, yaitu menggunakan ilmu dan teknologi dengan cara yang lebih bertanggung jawab serta menjaga keseimbangan alam.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia (melalui hal itu, Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Ar-Rum ayat 41

Ayat ini menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di bumi, baik di darat maupun di laut, disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri. Kerusakan ini bisa berupa kerusakan ekologi, pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, dan berbagai dampak negatif akibat eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam serta penggunaan teknologi yang tidak bijaksana.

Radiasi dari perangkat elektronik dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti susah tidur, stres, kelelahan, bahkan potensi risiko kanker dalam jangka panjang. Dampak ini merupakan bagian dari “kerusakan” yang disebabkan oleh perbuatan manusia, sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas. Dampak negatif teknologi dapat menjadi peringatan bagi manusia agar lebih bijak dalam menggunakannya. Seperti disebutkan dalam ayat, manusia perlu menyadari akibat dari perbuatan mereka sendiri dan mencari solusi untuk mengurangi dampak negatif.

Pada ayat tersebut juga mendorong kita untuk memanfaatkan teknologi dengan lebih bertanggung jawab. Dalam konteks radiasi, ini berarti kita harus mencari cara untuk mengurangi dampaknya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, mengatur posisi perangkat elektronik agar tidak terlalu dekat dengan tempat tidur atau area yang sering digunakan. Kedua, menggunakan tanaman penyerap radiasi seperti kaktus, lidah mertua, sirih gading, dan lili paris yang dapat membantu menyaring udara dan mengurangi efek radiasi [4].

Selain itu, kita juga bisa menggunakan pelindung radiasi untuk perangkat elektronik, seperti anti-radiasi untuk layar komputer dan ponsel. Mengurangi paparan langsung dengan cara mematikan WiFi saat tidak digunakan, mengaktifkan mode pesawat pada ponsel saat tidur, serta menggunakan earphone saat menelepon juga dapat membantu meminimalkan paparan radiasi [5].

Masyarakat juga dapat memanfaatkan teknologi yang lebih ramah radiasi, seperti penggunaan router WiFi dengan fitur pengurangan radiasi atau memilih perangkat elektronik yang memiliki standar keamanan radiasi rendah. Langkah ini dapat mengurangi akumulasi paparan radiasi di dalam rumah secara signifikan [6].

Meskipun radiasi di dalam rumah tidak bisa sepenuhnya dihindari, kita dapat mengurangi dampaknya dengan menerapkan kebiasaan yang lebih sehat dan menggunakan solusi alami seperti tanaman penyerap radiasi. Dengan langkah-langkah sederhana ini, rumah tidak hanya menjadi lebih aman, tetapi juga lebih nyaman dan sehat bagi seluruh anggota keluarga.

Sudahkah Anda menerapkan cara-cara ini di rumah?

Referensi

[1] World Health Organization (WHO), “Electromagnetic Fields and Public Health,” 2021.

[2] National Institute of Environmental Health Sciences, “Effects of Electromagnetic Radiation on Human Health,” 2020.

[3] International Agency for Research on Cancer (IARC), “Electromagnetic Fields and Cancer Risks,” 2019.

[4] NASA Clean Air Study, “Air-Purifying Plants for Indoor Use,” 1989.

[5] IEEE Transactions on Electromagnetic Compatibility, “Reducing Household Radiation Exposure,” 2022.

[6] Journal of Environmental Health, “Low-Radiation Technologies and Their Impact,” 2021.

[7] Tafsir Al-Muyassar, Kementerian Agama Arab Saudi, “Tafsir QS. Ar-Rum (30): 41,” 2019.

[8] Al-Qurtubi, Tafsir Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, “Tafsir QS. Ar-Rum (30): 41,” jilid 14, 1998.