
Batusangkar — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum kaderisasi kepemimpinan mahasiswa. Hal itu tampak dalam Pelantikan Akbar Organisasi Kemahasiswaan FTIK yang dilantik oleh Dekan, Dr. H. Ridwal Trisoni, M.Pd yang berlangsung khidmat dan penuh semangat, Selasa (4/2/2026) yang bertempat di Auditorium Kampus II.
Mengusung tema “Meneguhkan Amanah, Mengokohkan Integritas, Mewujudkan Kepemimpinan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang Progresif dan Berdaya Saing,” kegiatan ini menjadi momentum resmi dimulainya masa bakti kepengurusan baru Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Mahasiswa (DEMA), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di lingkungan FTIK.
Sebanyak 414 mahasiswa secara resmi dilantik oleh Dekan FTIK, Dr. H. Ridwal Trisoni, M.Pd. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya partisipasi mahasiswa dalam menggerakkan roda organisasi dan menghidupkan budaya kepemimpinan di lingkungan fakultas.
Dalam pelantikan tersebut, 19 pengurus SEMA FTIK dan 29 pengurus DEMA FTIK resmi mengemban amanah sebagai representasi mahasiswa di tingkat fakultas. Selain itu, ratusan pengurus HMPS dari seluruh program studi FTIK turut dilantik, menandai kuatnya konsolidasi organisasi mahasiswa lintas disiplin keilmuan.
Adapun pengurus HMPS yang dilantik berasal dari berbagai program studi dengan komposisi yang mencerminkan kekayaan akademik FTIK, yakni: Tadris Matematika (33 orang), Tadris Kimia (19 orang), Manajemen Pendidikan Islam (32 orang), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (35 orang), Bimbingan dan Konseling (40 orang), Tadris Biologi (39 orang), PGMI (48 orang), Pendidikan Bahasa Arab (28 orang), Pendidikan Agama Islam (47 orang), Tadris Bahasa Inggris (27 orang), serta Tadris Fisika (18 orang).

Dalam sambutannya, Dekan FTIK Dr. Ridwal Trisoni, M.Pd menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan bukan sekadar ruang aktivitas nonakademik, melainkan laboratorium kepemimpinan, etika, dan integritas yang akan membentuk karakter calon pendidik dan pemimpin masa depan.
“Mahasiswa FTIK adalah calon guru, pendidik, dan pemimpin bangsa. Organisasi adalah tempat belajar amanah, integritas, kerja kolektif, dan keberanian mengambil keputusan. Jadikan jabatan ini sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar simbol,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh pengurus Ormawa FTIK agar menghadirkan program-program yang inovatif, inklusif, dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini, sekaligus selaras dengan visi UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing.
Pelantikan akbar ini tidak hanya menjadi seremoni struktural, tetapi juga menandai lahirnya energi baru kepemimpinan mahasiswa FTIK yang diharapkan mampu memperkuat atmosfer akademik, memperkaya diskursus keilmuan, serta menjadi mitra strategis fakultas dalam membangun budaya kampus yang progresif dan berintegritas.
Dengan jumlah pengurus yang besar, lintas program studi, dan semangat kolektif yang kuat, FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar optimistis Ormawa periode 2026 mampu menjadi motor penggerak mahasiswa yang aktif, kreatif, dan berkontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat. (hospiburda)