
Batusangkar – Setelah berlangsung selama empat hari, Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026 resmi ditutup oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., Jumat (28/8/2026). Penutupan yang berlangsung di Auditorium Kampus II tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian penyambutan mahasiswa baru yang telah dilaksanakan sejak 25 Agustus 2026 lalu.
Mengusung tema “Menyemai Peradaban, Menggerakkan Masa Depan”, PBAK 2026 telah membawa mahasiswa baru melewati berbagai tahapan pengenalan kehidupan kampus, mulai dari Subuh Mubarak, pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan tingkat universitas, hingga pengenalan fakultas, program studi, dan organisasi kemahasiswaan.
Dalam arahannya, Rektor menyampaikan bahwa berakhirnya PBAK bukan berarti berakhirnya proses belajar mengenal kampus. Justru, penutupan PBAK menjadi awal bagi mahasiswa untuk memasuki kehidupan akademik yang sesungguhnya.
“PBAK sudah selesai. Sekarang lanjutkan dengan memikirkan perkuliahan,” pesan Prof. Delmus kepada mahasiswa baru.
Rektor mengingatkan mahasiswa agar mulai mempersiapkan diri menghadapi proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Status sebagai mahasiswa membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan intelektual, karakter, dan berbagai potensi yang dimiliki.
Selain menekankan pentingnya perkuliahan, Rektor juga mendorong mahasiswa baru untuk aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk bergabung dengan UKK dan UKM maupun organisasi eksternal sesuai dengan minat dan potensi masing-masing.
Menurut Rektor, organisasi merupakan salah satu ruang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang tidak seluruhnya diperoleh di ruang kuliah. Melalui organisasi, mahasiswa dapat belajar kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, manajemen kegiatan, pengambilan keputusan, dan membangun jejaring.
Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menyeimbangkan kegiatan akademik dengan aktivitas kemahasiswaan.
Kuliah tetap menjadi tanggung jawab utama, sementara organisasi menjadi ruang untuk memperkaya pengalaman dan membentuk kapasitas diri.
Pesan yang sama disampaikan Ketua DEMA UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Muhammad Yandra, dalam sambutannya. Ia mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya menjadi mahasiswa yang hadir di ruang kuliah, mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, kemudian pulang.
“Jangan hanya jadi mahasiswa, tetapi juga aktif berorganisasi,” pesan Muhammad Yandra.
Menurutnya, kehidupan kampus akan terasa lebih bermakna ketika mahasiswa berani mengambil peran dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan. Organisasi dapat menjadi tempat mahasiswa menemukan pengalaman, membangun persahabatan, mengasah kepemimpinan, sekaligus belajar menghadapi berbagai persoalan secara langsung.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi pesan kepada mahasiswa baru agar memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin. Empat tahun masa pendidikan merupakan waktu yang sangat berharga untuk membangun kompetensi akademik sekaligus pengalaman organisasi.
Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan PBAK 2026.
Apresiasi khusus disampaikan kepada panitia, instruktur, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, serta seluruh mahasiswa baru yang telah berpartisipasi sehingga seluruh rangkaian PBAK dapat berjalan dengan baik selama 25–28 Agustus 2026.

Menurut Rektor, keberhasilan PBAK tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Panitia telah menyiapkan berbagai agenda, sementara mahasiswa baru menunjukkan antusiasme dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.
PBAK yang diawali dengan Subuh Mubarak sebelum fajar, kemudian dilanjutkan dengan berbagai agenda pengenalan universitas dan fakultas, akhirnya sampai pada momentum penutupan.
Penutupan PBAK 2026 juga diwarnai dengan pemberian apresiasi kepada mahasiswa baru yang menunjukkan capaian terbaik selama rangkaian kegiatan.
Rektor melakukan pengalungan penghargaan kepada mahasiswa terbaik tingkat universitas dan mahasiswa terbaik dari masing-masing fakultas.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang mampu menunjukkan kedisiplinan, semangat, partisipasi, dan capaian terbaik selama mengikuti rangkaian PBAK.
Bagi mahasiswa lainnya, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi selama menempuh pendidikan di UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Setelah penutupan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan mahasiswa baru kepada masing-masing fakultas. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa mahasiswa baru selanjutnya akan memasuki lingkungan akademik masing-masing untuk menjalani perjalanan pendidikan sesuai program studi yang dipilih.
Dengan penyerahan tersebut, tanggung jawab pembinaan mahasiswa selanjutnya akan semakin dekat dengan fakultas dan program studi sebagai lingkungan utama tempat mahasiswa menjalani proses akademik.
Empat hari PBAK akhirnya menjadi pengalaman awal yang mempertemukan mahasiswa baru dengan kampus, teman-teman baru, pimpinan, dosen, organisasi mahasiswa, fakultas, dan berbagai budaya akademik yang akan menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Namun, sebagaimana pesan Rektor, PBAK bukanlah tujuan. PBAK adalah pintu masuk. Setelah mengenal kampus, mahasiswa kini harus mulai mengenal dirinya sendiri, mengembangkan ilmu, membangun prestasi, dan menentukan jejak yang ingin ditinggalkan selama menjadi mahasiswa.
PBAK 2026 telah usai. Perkuliahan menanti. Organisasi terbuka. Prestasi menunggu untuk ditorehkan. Kini saatnya generasi baru UIN Mahmud Yunus Batusangkar benar-benar menggerakkan masa depan. (hospiburda)