Pilih Laman

Pascasarjana UIN MY Batusangkar Sambut Mahasiswa Baru dengan PSO, Rektor Tekankan Riset Berdampak

oleh | Sep 7, 2026

78

Batusangkar— Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar menyambut mahasiswa baru Program Magister dan Program Doktoral melalui kegiatan Pascasarjana Student Orientation (PSO), sabtu (5/9/2026). Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dan dihadiri secara maksimal oleh mahasiswa baru.

PSO menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, sistem pembelajaran, budaya riset, serta arah pengembangan Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Antusiasme peserta sejak awal kegiatan menunjukkan kesiapan mahasiswa baru memasuki jenjang pendidikan yang menuntut kemampuan akademik dan riset yang lebih mendalam.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan Ketua Alumni Program Studi Doktor Studi Islam dengan ketua Dr. Desmita, M.Si. Kehadiran organisasi alumni diharapkan semakin memperkuat hubungan antara Pascasarjana dengan para lulusan sekaligus membuka ruang kolaborasi akademik, profesional, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menariknya, di antara mahasiswa baru Program Doktoral terdapat sejumlah figur yang memegang posisi strategis di pemerintahan dan lembaga publik, di antaranya anggota DPD RI, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok Selatan, , serta sejumlah kepala dinas lainnya.

Komposisi mahasiswa tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Pilihan para pejabat publik untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang doktoral menunjukkan bahwa Pascasarjana tidak hanya menjadi ruang pengembangan akademik, tetapi juga dipandang sebagai tempat untuk memperkuat kapasitas intelektual dan profesional.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan pendidikan pascasarjana sekadar proses memperoleh gelar. Menurutnya, mahasiswa Magister dan Doktoral harus mampu menghasilkan pengetahuan yang memiliki manfaat nyata.

“Fokus kita adalah riset yang berdampak. Riset jangan berhenti pada disertasi atau tesis, tetapi harus mampu memberikan kontribusi dan menjawab persoalan yang ada di masyarakat,” pesan Prof. Delmus.

Ia menekankan bahwa pendidikan pascasarjana harus melahirkan akademisi dan profesional yang mampu membaca persoalan secara kritis sekaligus menawarkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Karena itu, mahasiswa didorong membangun tradisi akademik yang kuat, produktif dalam penelitian, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru. Ia berharap mahasiswa dapat mengikuti seluruh proses akademik dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan lingkungan Pascasarjana sebagai ruang untuk mengembangkan kapasitas keilmuan.

Prof. Marjoni juga menjelaskan sistem perkuliahan yang diterapkan Pascasarjana, yakni menggunakan pola blended learning, dengan memadukan pembelajaran secara daring (online) dan tatap muka (offline). Menurutnya, sistem tersebut dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa, terutama mahasiswa yang memiliki aktivitas profesional dan berasal dari berbagai daerah.

“Selamat datang dan selamat bergabung di Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Sistem perkuliahan kita menggunakan pola blended, sehingga pembelajaran dilaksanakan melalui perpaduan online dan offline. Mahasiswa diharapkan dapat mengikuti proses akademik dengan baik dan tetap menjaga kualitas interaksi serta tradisi ilmiah,” ujar Prof. Marjoni.

Ia menegaskan, fleksibilitas sistem perkuliahan tetap harus berjalan beriringan dengan komitmen akademik. Mahasiswa Pascasarjana dituntut aktif membaca, berdiskusi, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas

Dengan hadirnya 200 mahasiswa baru, termasuk sejumlah pejabat publik, Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar memasuki tahun akademik baru dengan modal kepercayaan yang semakin kuat. PSO menjadi titik awal untuk membangun perjalanan akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian gelar, tetapi juga pada lahirnya riset, gagasan, dan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan. (hospiburda)