
Batusangkar – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar kembali menghadirkan suasana akademik yang istimewa. Mahasiswa Program Doktoral Prodi Studi Islam mengikuti perkuliahan bersama tokoh nasional, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, minggu (21/9/2025). Perkuliahan berlangsung di Gedung GKT Kampus II, dengan mata kuliah Islam dan Multikulturalisme.
Kehadiran Prof. Yudian tidak hanya memberi pengayaan akademik, tetapi juga membuka cakrawala mahasiswa tentang pentingnya integrasi nilai Islam dengan realitas multikultural Indonesia.
Dalam kuliahnya, Prof. Yudian menekankan bahwa Islam di Indonesia tumbuh dalam konteks masyarakat majemuk, sehingga pemahaman multikulturalisme menjadi kunci menjaga harmoni sosial. “Islam yang kita pelajari harus selalu berdialog dengan realitas bangsa yang beragam, sehingga keilmuan tidak hanya berhenti pada teks, tetapi mampu membangun peradaban yang adil, damai, dan berkeadaban,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia juga menegaskan relevansi peran akademisi dalam memperkuat nilai Pancasila dan syariat Islam yang saling melengkapi dalam kerangka kehidupan berbangsa.
Mahasiswa doktoral terlihat sangat antusias mengikuti kuliah tersebut. Diskusi interaktif terjadi antara mahasiswa dan Prof. Yudian, mulai dari isu relasi agama dan negara, tantangan pluralisme dan pluralitas, hingga peluang kontribusi akademisi Islam dalam menyelesaikan problem kebangsaan.
Seorang mahasiswa peserta menyampaikan kesan mendalamnya. “Kuliah ini membuka wawasan kami bahwa studi Islam di tingkat doktoral harus berpijak pada realitas bangsa. Kehadiran Prof. Yudian memberi kami perspektif baru tentang bagaimana Islam dan Pancasila bisa saling menguatkan,” ujarnya.

Direktur Pascasarjana UIN MY Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., menyampaikan bahwa menghadirkan tokoh nasional dalam ruang akademik merupakan bentuk komitmen kampus dalam memperkuat kualitas pendidikan doktoral. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari literatur, tetapi juga langsung berinteraksi dengan tokoh yang berpengalaman membumikan nilai Islam dalam konteks kebangsaan dan multikulturalisme,” tegasnya.
Kegiatan kuliah bersama ini menjadi bukti bahwa UIN Mahmud Yunus Batusangkar berkomitmen mencetak akademisi unggul, berwawasan luas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa. (hospiburda)