Manado, 10/09/26 — Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, Ph.D., menegaskan pentingnya peran strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam membangun masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berdaya saing global. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada Kuliah Umum dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan IAIN Manado, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado ini mengangkat tema “Agama, Budaya, dan Inovasi Sosial: Peran Perguruan Tinggi Islam dalam Mewujudkan Masyarakat Harmonis, Inklusif dan Berdaya Saing Global melalui Transformasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah.” Yang dibuka langsung Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Salma, M.H.I.
Dalam pemaparannya, Prof. Delmus Puneri Salim menekankan pentingnya membangun kemampuan dan melakukan inovasi sejak dini. Menurutnya, mahasiswa perlu memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi yang dapat menjadi keunggulan setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia memberikan contoh Cristiano Ronaldo yang telah mengenal dan berlatih sepak bola sejak usia tujuh tahun sehingga memiliki kemampuan yang kuat dalam bidang tersebut. Hal serupa, menurutnya, dapat diterapkan mahasiswa dengan mulai mengembangkan keterampilan tertentu sejak masa kuliah.
“Berinovasilah sejak dini. Misalkan kalian belajar bahasa asing selama kuliah, kemudian setelah lulus S1 dapat memperoleh beasiswa karena memiliki kelebihan dalam penguasaan bahasa asing,” jelas Prof. Delmus.
Lebih lanjut, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar menekankan peran kampus Islam sebagai pusat penguatan moderasi beragama dan pengembangan Islam wasathiyah. PTKI diharapkan tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam merawat toleransi, memperkuat kerukunan, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan dan konflik sosial.

PTKI perlu terus mendorong integrasi Islamic studies, sains, teknologi, dan transformasi digital. Prof. Delmus menilai perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan zaman.
Kuliah umum yang dihadiri civitas akademika dan mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, IAIN Manado tersebut juga menghadirkan para narasumber, seperti Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Utara, H. Wahyudi Ukoli, S.Hi., serta Dosen IAKN Manado, Natalia Olivia, M.Si.