Pilih Laman

Kebanksentralan dan Ketahanan Ekonomi Daerah: Kolaborasi Edukatif UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan Bank Indonesia Sumatera Barat

oleh | Nov 12, 2025

137

Batusangkar — Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat menggelar kuliah umum bertema “Peran Bank Indonesia dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Barat”. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar, rabu (12/11/2025).

Kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Rektor Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D yang dalam sambutannya, menegaskan pentingnya literasi ekonomi bagi generasi muda. Ia menyebutkan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam mendorong keseimbangan antara kebijakan ekonomi dan nilai-nilai keadilan sosial.

“Kampus bukan hanya ruang belajar teori, tetapi juga tempat berkontribusi untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat melalui ilmu dan etika keislaman,” ungkapnya.

Hadir dalam kuliah umum tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Andy Setyo Biwado, beserta rombongan dari Kantor Perwakilan BI Sumbar. Turut hadir pula para Wakil Rektor, Kepala Biro UAPK, para Dekan, Ketua Program Studi, dosen, serta ribuan mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang memenuhi auditorium.

Dalam kuliah umumnya, Andy Setyo Biwado memaparkan secara mendalam mengenai fungsi kebanksentralan dan peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia menjelaskan bahwa kebijakan moneter Bank Indonesia saat ini tidak hanya berfokus pada stabilitas nilai tukar rupiah, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Kebijakan moneter yang kuat bertujuan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Stabilitas harga dan pasokan pangan adalah fondasi ketahanan ekonomi,” jelas Andy

Ia memaparkan bahwa Sumatera Barat mengalami inflasi sebesar 4,52% (yoy) pada Oktober 2025, sedikit di atas sasaran nasional (2,5 ± 1%). Kenaikan harga terutama dipicu oleh komoditas pangan strategis seperti cabai merah dan beras kualitas super, akibat berkurangnya pasokan di beberapa daerah. Namun demikian, beliau menilai koordinasi antar-stakeholder melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berhasil menjaga agar inflasi tidak melonjak lebih tinggi.

Andy juga menyoroti peran Bank Indonesia sebagai bank sentral yang tidak berorientasi laba, tetapi berfungsi menjaga kestabilan nilai rupiah dan sistem keuangan nasional. “Bank Indonesia bukanlah entitas bisnis, tetapi lembaga negara yang menjaga keseimbangan ekonomi nasional,” tegasnya, mengutip prinsip kebanksentralan yang menempatkan BI sebagai “bank-nya bank”, penyedia likuiditas terakhir ketika bank umum menghadapi kesulitan.

Dalam konteks Sumatera Barat, BI aktif menjalankan berbagai program pengendalian inflasi pangan, antara lain:

  1. Operasi Pasar Murah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang hingga September 2025 telah menjual lebih dari 53,6 ton beras, 5,2 ton minyak goreng, dan 2,2 ton gula;
  2. Kerja sama antarprovinsi seperti pasokan cabai merah dari Jawa Tengah dan jagung dari Lampung untuk pakan ternak;
  3. Fasilitasi distribusi pangan ke delapan kabupaten/kota untuk menekan disparitas harga

Andy menutup kuliahnya dengan pesan bahwa stabilitas harga bukan semata urusan pemerintah atau Bank Indonesia, melainkan tanggung jawab bersama, termasuk perguruan tinggi dan masyarakat. “Literasi ekonomi dan partisipasi aktif generasi muda adalah kunci membangun ekonomi daerah yang tangguh dan berkeadilan,” ujarnya. Acara berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta berbagai fakultas lain. Melalui kegiatan ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar mempertegas komitmennya sebagai ”Kampus Sains Islam, Refleksi Surau Minangkabau ”yang aktif bersinergi dengan lembaga negara dalam memperkuat stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (hospiburda)