
Batusangkar – Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar kembali mencuri perhatian nasional. Setelah dua hari yang lalu kedatangan Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, minggu (21/9/2025). Hari ini, kampus berakreditasi Unggul tersebut kembali sukses menyelenggarakan kuliah umum bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A, selasa (23/9/2025) yang bertempat di Auditorium Kampus II.
Kegiatan yang dikoordinir oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) ini mengangkat tema “Pendidikan Holistik dan Penguatan Karakter Bangsa: Sinergi UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan Kebijakan Merdeka Belajar.” Kehadiran Wamendikdasmen menegaskan bahwa UIN MY Batusangkar semakin diperhitungkan sebagai kampus unggul yang berakar kuat pada budaya lokal sekaligus berjejaring nasional.
Dalam kuliahnya, Dr. Fajar menekankan pentingnya pendidikan holistik yang tidak hanya menyiapkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter kebangsaan. “Generasi Indonesia harus tumbuh dengan integritas, daya adaptasi, dan semangat kebangsaan. Itulah esensi Merdeka Belajar,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIN MY Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini sangat selaras dengan tagline kampus: “Kampus Sains Islam, Refleksi Surau Minangkabau.” “Kita ingin menghadirkan kampus yang bukan hanya akademik, tetapi juga mencerminkan kearifan Minangkabau, sehingga mahasiswa tumbuh sebagai insan berilmu, berkarakter, dan berkontribusi nyata,” ungkapnya.
Sejak pagi, auditorium dipadati mahasiswa, dosen, dan civitas akademika. Interaksi aktif mewarnai sesi diskusi, dengan mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis tentang strategi Merdeka Belajar, pembinaan karakter, hingga relevansi kebijakan pendidikan dengan konteks lokal Minangkabau.
Suasana semakin hangat ketika sesi dokumentasi bersama digelar, menampilkan Wamendikdasmen bersama jajaran pimpinan universitas dan mahasiswa.
Kehadiran dua tokoh nasional dalam rentang waktu berdekatan (Kepala BPIP RI dan Wamendikdasmen RI) menjadi bukti bahwa UIN MY Batusangkar kini menjadi magnet akademik nasional. Berada di Luhak Nan Tuo, pusat sejarah dan budaya Minangkabau, kampus ini tampil sebagai institusi yang berakar pada kearifan lokal, berpijak pada nilai Islam, sekaligus terbuka pada kolaborasi global.
Dengan sinergi antara ilmu, agama, dan budaya, UIN MY Batusangkar kian meneguhkan diri sebagai kampus unggul, Islami, dan berkelas dunia.