
Batusangkar — “Integritas ASN bukan sekadar retorika birokrasi, tetapi wujud nyata dari komitmen ibadah dan tanggung jawab kepada Allah SWT.” Ungkapan inilah yang mengawali penguatan integritas aparatur sipil negara (ASN) yang disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, H. Khairunas, S.H., M.H., dalam kegiatan Penguatan Integritas ASN dan Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Transparan dan Akuntabel di UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Senin (29/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater GKT Lantai 4 Kampus II tersebut dihadiri Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., Ketua Senat Prof. Dr. H. Syukri Iska, M.Ag, para Wakil Rektor, Kepala Biro UAPK, Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar H. Amril, pimpinan unit, dosen, serta ASN di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Dalam arahannya, Inspektur Jenderal menekankan bahwa integritas ASN harus dimaknai lebih dalam dari sekadar kepatuhan pada aturan formal. Menurutnya, integritas adalah kesatuan antara iman, sikap, dan tindakan, yang menjadikan setiap tugas dan jabatan sebagai amanah ibadah.
“Ketika seseorang telah berikrar menjadi PNS, ia telah mengikatkan diri pada janji dan sumpah yang bukan hanya disaksikan manusia, tetapi juga Allah SWT. Maka masuk kerja tepat waktu, bekerja dengan jujur, adil, dan bersih adalah bagian dari penghambaan,” tegas Khairunas.
Ia mengingatkan bahwa pelanggaran integritas sering bermula dari pengabaian terhadap nilai-nilai kecil, yang jika dibiarkan akan tumbuh menjadi penyimpangan besar. Oleh sebab itu, ASN Kementerian Agama dituntut memiliki keberanian moral untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan wewenang.
“Korupsi tidak selalu dimulai dari angka besar. Ia lahir dari pembenaran-pembenaran kecil. ASN yang berintegritas adalah mereka yang tegas menjaga diri, sekalipun tidak diawasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Khairunas menegaskan bahwa komitmen antikorupsi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari tata kelola perguruan tinggi, terlebih di lingkungan kampus keagamaan. Perguruan tinggi Islam, menurutnya, harus menjadi teladan dalam kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas publik.

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim menyambut baik penguatan nilai integritas yang disampaikan Inspektur Jenderal. Ia menilai pesan tersebut relevan dan kontekstual dengan upaya UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam memperkuat reformasi birokrasi dan budaya mutu.
“Pesan yang disampaikan Bapak Inspektur Jenderal mengingatkan kita bahwa integritas ASN tidak bisa dipisahkan dari nilai keimanan. Ini menjadi energi moral bagi seluruh ASN untuk terus menjaga amanah dan menjauhkan diri dari praktik yang menyimpang,” ujar Rektor.
Melalui kegiatan ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja ASN yang berlandaskan integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai spiritual, sekaligus memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. (hospiburda)