Pilih Laman

Gerhana Bulan Jadi Laboratorium Alam Bagi Mahasiswa Syariah UIN MY Batusangkar

oleh | Sep 8, 2025

111

Batusangkar – Fenomena gerhana bulan menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Didampingi dosen pengampu Dr. Nailur Rahmi, M.Ag., Yan Faisal, M.Ag., dan Dr. Firdaus, M.H., para mahasiswa melakukan pengamatan langsung gerhana bulan sebagai bagian dari praktik mata kuliah Ilmu Falak, minggu (7/9/2025).

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk mengaitkan ilmu astronomi dengan nilai spiritual Islam. Usai pengamatan, civitas akademika melaksanakan shalat gerhana yang dipimpin oleh Dr. Firdaus, MH seraya merenungi kebesaran Allah SWT melalui fenomena alam tersebut.

“Gerhana bulan mengajarkan kita bahwa alam semesta tunduk pada ketentuan Allah SWT. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami perhitungannya secara ilmiah, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kesadaran spiritual,” tutur Dr. Nailur Rahmi.

Dengan pengalaman ini, mahasiswa semakin terlatih memadukan teori, praktik, dan nilai keislaman, sehingga kelak dapat menjadi generasi ilmuwan Muslim yang mumpuni dalam keilmuan falak sekaligus berjiwa religius.

Dalam ilmu falak, gerhana bulan dapat diprediksi dengan menggunakan perhitungan astronomis yang akurat.

Terdapat tiga jenis gerhana bulan, yaitu: Gerhana bulan total, ketika Bumi menghalangi seluruh cahaya Matahari yang mengenai Bulan, gerhana bulan sebagian, ketika Bumi menghalangi sebagian cahaya Matahari yang mengenai Bulan dan gerhana bulan penumbra, ketika Bulan hanya melewati bayangan penumbra Bumi.

Sementara perhitungan gerhana bulan melibatkan penentuan posisi Bumi, Matahari, dan Bulan dalam sistem koordinat astronomis.

Dengan menggunakan data astronomis yang akurat, ilmuwan dapat memprediksi kapan dan bagaimana gerhana bulan akan terjadi.

Gerhana bulan itu sendiri memiliki signifikansi yang besar dalam berbagai bidang, termasuk astronomi, agama, dan budaya. Dalam astronomi, gerhana bulan dapat memberikan informasi tentang struktur Bumi dan Bulan. Dalam agama, gerhana bulan seringkali memiliki makna spiritual dan simbolis. Dalam budaya, gerhana bulan dapat menjadi bagian dari tradisi dan ritual tertentu.

Pengamatan gerhana bulan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan astronomis seperti teleskop atau teropong. Pengamatan ini dapat memberikan kesempatan bagi ilmuwan dan masyarakat untuk memahami lebih baik tentang fenomena alam ini dan meningkatkan kesadaran akan kebesaran alam semesta