Pilih Laman

 FTIK UIN MY Batusangkar Tanamkan Nilai Adat dan Etika Mahasiswa Lewat BAM & SOSKOTIK 2025

oleh | Sep 18, 2025

285

Batusangkar – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar melalui Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F) sukses menyelenggarakan kegiatan Budaya Alam Minangkabau (BAM) dan Sosialisasi Kode Etik (SOSKOTIK) 2025, rabu (17/9/25). Acara yang berlangsung di Auditorium Kampus II ini mengusung tema“Melalui BAM & SOSKOTIK Menjadikan Mahasiswa yang Berakar pada Adat, Bertumbuh dengan Etika, dan Berkontribusi dalam Peradaban.”

Acara dibuka oleh Wakil Dekan III Dr. H.M. Yusuf Salam, S.Ag., M.A. dan Afrizal, M.E. selaku pembina Senat Mahasiswa. Untuk memperkaya perspektif, kegiatan menghadirkan dua pemateri utama: AKBP Dr. Nur Ichsan Dewi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K. (Kapolres Tanah Datar) yang membahas peran etika dan profesionalitas hukum dalam kehidupan berbangsa dan Datuak Arenso, tokoh adat Minangkabau yang menekankan pentingnya akar budaya sebagai fondasi peradaban.

Dalam sambutannya, Dr. M. Yusuf Salam menegaskan pentingnya mahasiswa FTIK mengintegrasikan ilmu dengan nilai adat dan etika. “Kita ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, menjunjung tinggi budaya, serta mampu memberi kontribusi nyata untuk masyarakat,”ujarnya.

selanjutnya, Dr. M. Yusuf Salam menekankan bahwa BAM & SOSKOTIK merupakan sarana strategis untuk membentuk calon pendidik yang profesional, berintegritas, dan peka terhadap tanggung jawab moralnya.

Ratusan mahasiswa FTIK memenuhi auditorium, mengikuti sesi materi, diskusi, dan sosialisasi kode etik dengan antusias. Ketua Umum Senat Mahasiswa FTIK, Rahayu Yandira S. Siregar, menyebut kegiatan ini sebagai wadah pembinaan karakter. “BAM dan SOSKOTIK adalah momentum agar mahasiswa FTIK tumbuh dengan etika, disiplin, dan siap berkontribusi dalam dunia pendidikan maupun masyarakat luas,”ungkapnya. Ketua Panitia M. Sultan Alfarabi menambahkan bahwa program ini juga memperkuat kemampuan organisasi mahasiswa dalam merancang kegiatan pendidikan karakter yang kontekstual.

Kegiatan BAM & SOSKOTIK sangat selaras dengan tagline resmi UIN Mahmud Yunus Batusangkar: “Kampus Sains Islam, Refleksi Surau Minangkabau.” serta sejalan budaya di Luhak Nan Tuo, pusat tradisi dan kebudayaan Minangkabau, FTIK memanfaatkan keunikan lokal sebagai medium pembelajaran membuat proses pendidikan tidak abstrak tetapi kontekstual. Kampus memperkuat posisinya sebagai pusat ilmu yang menghargai tradisi lokal sehingga meningkatkan keterhubungan dengan stakeholder daerah.

Dengan terselenggaranya BAM & SOSKOTIK 2025, FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan komitmen mencetak lulusan yang kompeten secara akademik, kuat berakar budaya, beretika, dan siap membangun peradaban. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kampus menggabungkan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan kearifan lokal demi menghasilkan pendidik masa depan yang holistik. (hospiburda)