
Rambatan – Semangat pengabdian dan kepedulian terhadap pendidikan masyarakat kembali ditunjukkan oleh sivitas akademika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, melalui kegiatan bertajuk “Aksi Nyata Satu Rasa: Bakti Edukasi untuk Negeri, Membangun Kampung Cerdas dan Mandiri melalui PKM KP”, FTIK menggagas program Kampung Pendidikan yang dilaksanakan selama tiga hari di Pondok Pesantren Darul Ulum, Padang Magek, kamis (17/7/25).
Kegiatan ini diikuti oleh 121 peserta dari berbagai program studi di lingkungan FTIK, yang hadir secara langsung dan berpartisipasi aktif dalam berbagai bentuk pengabdian edukatif. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat gotong royong akademik dalam mendukung kemajuan pendidikan di masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FTIK sekaligus Pembina DEMA FTIK Tahun 2025, Dr. H. M. Yusuf Salam, S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap partisipasi aktif mahasiswa dalam berbagi ilmu dan pengalaman. Menurut beliau, FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar memiliki 12 Program Studi unggulan, masing-masing dengan ciri khas dan kontribusi spesifik terhadap dunia pendidikan.
“Setiap prodi memiliki keunggulan. Prodi PAI dikenal dengan kekuatan riset dan pendidikan agama Islam, Fisika telah berhasil mengembangkan teknologi robotik, sementara Kimia memproduksi sabun sebagai hasil karya praktis. Semua ini adalah bagian dari kontribusi nyata dunia kampus kepada masyarakat,” ujar beliau.
Khusus dalam kegiatan Kampung Pendidikan ini, mahasiswa menyuguhkan program pembelajaran Bahasa Arab interaktif dengan metode SALAMI (Simak, Amati, Latih, Aplikasikan, Modeling, dan Internalisasi). Metode ini merupakan pendekatan yang dirancang langsung oleh Dr. Yusuf Salam sebagai inovasi dalam pendidikan Bahasa Arab kontekstual di lingkungan pesantren.
“Harapan kami, santri di Pondok Pesantren Darul Ulum tidak hanya memahami Bahasa Arab secara pasif, tetapi mampu menggunakannya secara aktif dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut beliau.
Acara ini turut dihadiri oleh Wali Nagari Padang Magek, pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum, serta para guru yang menyambut hangat kehadiran mahasiswa dan dosen FTIK. Kegiatan juga diisi dengan diskusi edukatif bersama organisasi santri, pelatihan interaktif lingkungan bahasa asing, membuat sabun, serta praktik bahasa Arab langsung bersama santri.
Jalinan silaturahim dan kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara dunia kampus dan masyarakat. Melalui pendekatan yang edukatif, komunikatif, dan aplikatif, kegiatan PKM KP ini membawa harapan besar dalam mewujudkan lembaga pesantren berbasis literasi bahasa Arab yang cerdas dan mandiri.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kepedulian sosial, kolaborasi lintas disiplin, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat.