
Batusangkar – Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar patut berbangga. Empat dosennya dinyatakan lolos sebagai presenter Open Panel Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS) ke-24 dan akan mempresentasikan artikel penelitiannya pada 29–31 Oktober 2025 di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jakarta, dan dihadiri para ilmuwan, peneliti, akademisi, dan praktisi dari dalam serta luar negeri.
Mereka terpilih melalui proses seleksi yang sangat kompetitif—hanya 234 artikel yang diterima dari 2.434 abstrak peneliti dari 31 negara, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 7181 Tahun 2025. Prestasi ini menegaskan posisi UIN MY Batusangkar sebagai kampus riset yang mampu bersaing secara global.
Keempat dosen tersebut akan mempresentasikan riset yang menggabungkan nilai-nilai Islam, kearifan lokal Minangkabau, dan isu-isu global kontemporer. Mereka adalah:
1. Prof. Dr. Hj. Irma Suryani, M.H. dengan Judul artikel “Matrilineal Law and Ecological Sustainability in Minangkabau: Indigenous Family Practices for Sustainable Resource Governance.” Mengkaji bagaimana sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau berkontribusi pada tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.
2. Dr. H. Rizal, M.Ag., CRP. dengan Judul artikel “Islamic Sustainable Financial Literacy: Offering the Concept of Sustainable Financial Literacy Based on Maqāṣid al-Syarī‘ah.” Mengusulkan konsep literasi keuangan berkelanjutan yang berlandaskan tujuan utama syariat Islam.
3. Arifki Budia Warman, M.H. dengan Judul artikel “From Myth to Maṣlaḥah: Adat Prohibitions, Islamic Legal Principles, and Ecological Sustainability in Minangkabau.”
Mengungkap transformasi larangan adat dari mitos ke prinsip kemaslahatan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
4. Deri Rizal, M.H. dengan Judul artikel “Custom, Sharia, and Law: Constructing an Ecological Paradigm Based on Religious Values in West Sumatra”. Tetap berfokus pada integrasi syariah, hukum, dan tantangan ekologi modern.
Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., MA., M.Res., Ph.D mengungkap rasa bangganya atas capaian ini.
“Keikutsertaan dosen kita di AICIS bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi bentuk diplomasi intelektual Indonesia. Mereka membawa Islam, Minangkabau, dan nilai keberlanjutan ke forum akademik dunia. Ini bukti bahwa UIN Mahmud Yunus Batusangkar mampu bersaing di level global,” tegasnya.
Riset yang diusung dosen-dosen UIN MY Batusangkar memperlihatkan kekayaan intelektual lokal yang dikemas dengan pendekatan ilmiah modern. Mulai dari hukum adat, ekoteologi, literasi keuangan syariah, hingga harmoni antara tradisi dan lingkungan—semuanya relevan dengan tema besar AICIS 2025.
Keterlibatan ini memperkuat identitas UIN MY Batusangkar sebagai kampus yang mengusung tagline “Kampus Sains Islam, Refleksi Surau Minangkabau”kampus yang berpijak pada tradisi, tetapi berpandangan global.
Partisipasi dalam AICIS diharapkan menjadi pemantik semangat bagi dosen muda dan mahasiswa untuk terus meneliti, menulis, dan berkarya. Kampus berkomitmen memperluas dukungan terhadap riset dan publikasi internasional.
Dengan tampilnya empat dosen ini di AICIS 2025, UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan diri sebagai pusat keilmuan Islam yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkontribusi dalam percakapan global tentang syariah, budaya, dan keberlanjutan peradaban. (hospiburda)