Pilih Laman

Ekosistem Akademik UIN MY Batusangkar Terus Menguat: JURIS Konsisten di Scopus dan SINTA 1, Kinerja Jurnal Kian Meningkat

oleh | Feb 3, 2026

434

Batusangkar — Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar dalam membangun ekosistem akademik yang bermutu dan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan resmi. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Reakreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2025 yang diterbitkan pada hari ini, selasa (3/2/2026) , sejumlah jurnal ilmiah UIN Mahmud Yunus Batusangkar dinyatakan berhasil mempertahankan bahkan memperkuat status akreditasinya.

Capaian paling signifikan diraih oleh JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) yang konsisten mempertahankan status jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus sekaligus berperingkat SINTA 1. Konsistensi ini menempatkan JURIS sebagai salah satu rujukan akademik utama dalam kajian hukum Islam dan syariah di tingkat nasional dan internasional.

Selain itu, TAKDIB (Jurnal Pendidikan Islam) tetap berada pada peringkat SINTA 2, sementara Journal of Islamic Education and Students (JIES) dari peringkat sinta 4 naik menjadi terakreditasi SINTA 3. Hasil ini mencerminkan kesinambungan peningkatan mutu pengelolaan jurnal, kualitas naskah ilmiah, serta kinerja editorial yang semakin profesional.

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., menilai capaian ini sebagai indikator penting bahwa ekosistem akademik kampus berjalan dengan baik dan menunjukkan tren peningkatan yang nyata dibandingkan periode sebelumnya.

“Capaian ini bukan sekadar mempertahankan status jurnal, tetapi menjadi bukti bahwa ekosistem akademik UIN Mahmud Yunus Batusangkar berjalan sehat dan terus mengalami peningkatan. Proses riset, publikasi, dan pengelolaan jurnal semakin matang dari tahun ke tahun,” ujar Rektor.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan jurnal bereputasi Scopus dan peningkatan kinerja jurnal nasional menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara kebijakan institusi, kapasitas dosen dan peneliti, serta sistem pendukung akademik yang semakin terstruktur.

Lebih lanjut, Prof. Delmus menegaskan bahwa penguatan jurnal ilmiah berdampak langsung pada peningkatan reputasi akademik universitas, produktivitas publikasi, sitasi ilmiah, serta visibilitas digital institusi, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap perbaikan peringkat webometrik UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Secara institusional, capaian ini mempertegas posisi UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai perguruan tinggi Islam yang serius membangun budaya riset dan publikasi ilmiah, tidak hanya untuk memenuhi standar akreditasi, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab keilmuan di tingkat nasional dan global.

Dengan keberlanjutan jurnal bereputasi internasional dan penguatan peringkat jurnal nasional, UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin mengokohkan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul, relevan, dan berdaya saing internasional, seiring dengan meningkatnya kualitas ekosistem akademik secara menyeluruh. (hospiburda)