Pilih Laman

Deri Rizal, Dosen Muda UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Tampil di Konferensi HAM Nasional di Surabaya

oleh | Agu 12, 2025

460

Surabaya Selasa, 12 Agustus 2025 — Deri Rizal, M.H., dosen muda dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar, mencuri perhatian di Forum Konferensi Hak Asasi Manusia (HAM) ke-8 yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya. Deri mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya yang sarat dengan isu sosial dan lingkungan yang penting bagi masyarakat Sumatera Barat.

Kegiatan Konferensi HAM ke 8 terlaksana kerja bersama Fakultas Hukum Universitas Airlangga, The University of Sydney, ISFORB, The Center For Human Rights Multicuralism and Migration Universitas Jember. Serta diinisiasi oleh Indonesian Scholar Network on Freedom of Religion or Belief (ISFoRB)

Penelitian yang dipresentasikan Deri berjudul “Hak Asasi Manusia di Sumatera Barat Dalam Era Transisi: Dampak Pembangkit Listrik Tenaga Surya Singkarak”. Dalam paparan tersebut, ia mengupas secara mendalam bagaimana pembangunan energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya di Singkarak, membawa dampak signifikan terhadap hak asasi manusia masyarakat setempat. Tidak hanya dari sisi lingkungan, namun juga aspek sosial dan budaya yang mengalami perubahan selama era transisi energi ini.

Deri menegaskan bahwa meski energi terbarukan seperti tenaga surya penting dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengatasi perubahan iklim, pembangunan tersebut juga harus mempertimbangkan dampak langsung terhadap komunitas lokal. Ia menyoroti perlunya pendekatan yang inklusif dan adil agar hak-hak masyarakat sekitar tetap terjaga tanpa mengorbankan kemajuan teknologi dan pembangunan.

Acara konferensi ini sendiri menjadi wadah penting bagi para akademisi, aktivis, dan praktisi HAM untuk berbagi ide dan hasil riset terkait berbagai isu hak asasi manusia di Indonesia. Kehadiran Deri Rizal di tengah para pakar nasional memperkuat posisi UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai institusi yang aktif dalam penelitian dan pengembangan isu HAM, khususnya dalam konteks pembangunan berkelanjutan.

Melalui presentasinya, Deri berharap dapat membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana kebijakan pembangunan energi harus selaras dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia. “Energi terbarukan bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal keadilan sosial,” ujarnya menutup presentasi dengan harapan agar penelitian ini dapat memberi kontribusi nyata bagi masa depan Sumatera Barat dan Indonesia secara keseluruhan.