Pilih Laman

Apendi, S.Sos., ME: Jejak Pengabdian Tak Terlupakan di UIN Mahmud Yunus Batusangkar

oleh | Jan 17, 2025

135

Batusangkar – Suasana penuh haru dan rasa syukur mengiringi acara wirid bulanan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Jumat (10/1/2025) yang dilaksanakan di Masjid Abdullah Al-Awwal UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Acara yang rutin digelar setiap bulan ini terasa berbeda karena dirangkai dengan pelepasan salah satu abdi negara terbaik kampus, Apendi, S.Sos., ME, yang resmi memasuki masa purna bhakti setelah 32 tahun 6 bulan mengabdi di UIN Mahmud Yunus Batusangkar terkahir menjabat sebagai Analis Keuangan Ahli Muda di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Dalam suasana hangat yang dipenuhi rasa kekeluargaan, penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. Seluruh unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memberikan dedikasi luar biasa sepanjang kariernya.

Dalam sambutannya, Prof. Delmus tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. “Bapak Apendi bukan hanya seorang pegawai yang bekerja untuk UIN, tetapi beliau adalah ruh yang turut membangun pondasi kampus ini. Dedikasinya selama ini telah menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujarnya dengan suara penuh emosional.

Prof. Delmus juga menyampaikan bahwa meskipun aturan membatasi masa pengabdian, semangat kerja dan loyalitas Apendi tidak akan pernah dibatasi oleh waktu. “Pengabdian Bapak Apendi adalah bukti nyata bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan hati akan meninggalkan jejak yang abadi,” tambahnya.

Apendi telah menjadi saksi dari setiap perubahan besar yang terjadi di kampus ini. Ia mengiringi perjalanan UIN Mahmud Yunus Batusangkar sejak era Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang, transformasi menjadi STAIN Batusangkar, IAIN Batusangkar hingga kini menjadi UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

“Tidak banyak yang memiliki perjalanan seperti beliau. Bapak Apendi tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga aktor penting yang terlibat dalam membawa kampus ini ke titik di mana kita berada hari ini,” ungkap salah satu rekan kerjanya dengan nada penuh penghormatan.

Acara wirid bulanan yang menjadi tradisi keagamaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin menambah kehangatan suasana. Tausiah yang disampaikan dalam acara tersebut mengingatkan bahwa setiap pengabdian yang dilakukan dengan tulus adalah bentuk ibadah yang akan terus mengalirkan pahala, bahkan setelah masa kerja berakhir.

Dalam doa bersama yang dipanjatkan, seluruh hadirin memohonkan keberkahan bagi Bapak Apendi yang kini memasuki babak baru dalam hidupnya. Mata-mata berkaca-kaca mengiringi langkahnya, mengingatkan betapa besar jasa yang telah ia berikan.

Saat acara berakhir, Apendi menyampaikan rasa syukurnya. “Saya tidak pernah membayangkan betapa hangat dan berkesannya momen ini. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya,” ungkapnya dengan suara yang sedikit bergetar.

Langkah terakhirnya meninggalkan masjid sebagai pegawai negeri sipil adalah simbol akhir dari masa pengabdian formalnya, tetapi semangat, nilai-nilai kerja, dan cintanya pada institusi ini akan terus hidup di hati setiap orang yang mengenalnya.

“Selamat menikmati masa purna bhakti, Bapak Apendi. Jejak pengabdianmu akan selalu kami kenang, dan semangatmu akan terus menjadi inspirasi bagi kami semua,” tutup Prof. Delmus, seraya memohonkan doa terbaik bagi sosok yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kampus. (HB)