Pilih Laman

Perkuat Tata Kelola Akademik, Rektor Lantik 13 Pejabat Pelaksana Akademik UIN Mahmud Yunus Batusangkar

oleh | Sep 2, 2026

264

Batusangkar – UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali memperkuat tata kelola akademik melalui pelantikan dan pengambilan sumpah 13 Pejabat Pelaksana Akademik periode 2024–2028. Pelantikan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., rabu (2/9/2026), di Aula Gedung Syariah Lantai III.

Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah institusi dalam memastikan roda akademik, penelitian, publikasi ilmiah, pengelolaan program studi, serta layanan pendukung pendidikan tinggi berjalan semakin efektif dan terarah.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor I, Prof. Dr. Suswati Hendriani, M.Pd., M.Pd, Wakil Rektor II, Dr. H. Eficandra, S.Ag., M.Ag, dan Wakil Rektor III, Dr. Irman, S.Ag., M.Pd, Kepala Biro UAPK, Dr. H. Yasrizal, MA, para dekan di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, serta sivitas akademika.

Pengangkatan para pejabat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Nomor B-3309/Un.25/R/KP.07.6/09/2026 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pelaksana Akademik pada UIN Mahmud Yunus Batusangkar Periode 2024–2028. Keputusan tersebut ditetapkan pada 1 September 2026 dan menyatakan bahwa keputusan berlaku sejak pelantikan.

13 Pejabat Diberi Amanah Baru, Ke-13 pejabat yang dilantik mendapat amanah dalam sejumlah posisi strategis yang berkaitan langsung dengan penguatan pengelolaan akademik, penelitian, publikasi ilmiah, layanan program studi, pengembangan kajian, hingga pengelolaan laboratorium.

Pada tingkat lembaga, Deni Asrida, S.Pd.I., M.Pd., Ph.D. dipercaya sebagai Kepala Pusat Penelitian pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Sementara Hardivizon, M.Ag. mendapat amanah sebagai Kepala Pusat Publikasi Ilmiah LP2M, dan Sri Maiyena, S.Pd., M.Sc., Ph.D. sebagai Kepala Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas LP2M.

Di lingkungan Pascasarjana, Dr. Yeni Oktaviani, S.E.I., M.A.Ek. diangkat sebagai Ketua Program Studi Ekonomi Syariah. Sementara pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Elfadhli, S.E.I., M.Si. dipercaya sebagai Ketua Program Studi Perbankan Syariah.

Selanjutnya, sejumlah dosen mendapat amanah sebagai sekretaris program studi, yaitu Mohammad Aliman Shahmi, M.E. sebagai Sekretaris Program Studi Manajemen Bisnis Syariah. Farid Ahmad Marlion, M.E. sebagai Sekretaris Program Studi Perbankan Syariah. Winda Wulansari, S.E., M.S.Ak. sebagai Sekretaris Program Studi Ekonomi Syariah. dan Diatul Fajri, M.E. sebagai Sekretaris Program Studi Pariwisata Syariah.

Amanah berikutnya diberikan kepada Qumil Laila Arham, S.TP., M.M. sebagai Sekretaris Program Studi Sistem Informasi pada FEBI. Hidayatul Fikra, M.Psi. sebagai Sekretaris Program Studi Psikologi Islam; Nurrahma Yanti, S.Sos., M.A. sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam; serta Iman Asroa B.S, M.Pd. sebagai Kepala Laboratorium Keagamaan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Dalam arahannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah sekaligus kepercayaan institusi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Selamat kepada Bapak dan Ibu yang dilantik. Jalankan tugas sebaik-baiknya, jaga kepercayaan dan amanah yang diberikan,” pesan Prof. Delmus.

Menurut Rektor, setiap jabatan memiliki tanggung jawab yang tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga menyangkut kualitas layanan dan kemajuan institusi.

Karena itu, para pejabat diharapkan mampu bekerja secara profesional, membangun koordinasi yang baik, serta menghadirkan inovasi sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Pelantikan 13 pejabat ini menjadi bagian dari upaya UIN Mahmud Yunus Batusangkar memperkuat struktur dan tata kelola akademiknya. Posisi kepala pusat, ketua dan sekretaris program studi, serta kepala laboratorium memiliki peran penting dalam memastikan proses akademik berjalan terarah. Pada saat yang sama, penguatan pusat penelitian, publikasi ilmiah, serta studi gender, anak, dan disabilitas menunjukkan perhatian institusi terhadap pengembangan keilmuan dan riset yang semakin relevan.

Dengan demikian, pelantikan bukan sekadar pergantian atau pengisian jabatan, tetapi merupakan bagian dari penataan organisasi untuk memastikan setiap unit memiliki kepemimpinan dan pengelolaan yang mendukung pencapaian tujuan akademik universitas.

Bagi para pejabat yang dilantik, momentum ini sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab baru. Mereka diharapkan mampu menerjemahkan kepercayaan tersebut ke dalam kerja nyata dan layanan akademik yang semakin baik.

Penguatan program studi, peningkatan kualitas penelitian dan publikasi, pengembangan pusat kajian, serta optimalisasi laboratorium merupakan bagian dari pekerjaan yang membutuhkan kepemimpinan, koordinasi, dan komitmen bersama. UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus bergerak membangun tata kelola yang semakin kuat. Pelantikan 13 pejabat pelaksana akademik menjadi salah satu langkah untuk memastikan roda akademik bergerak lebih terarah, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan perguruan tinggi. (hospiburda)