Pilih Laman

Mereka yang Terbaik di PBAK 2026: 5 Mahasiswa Baru dan 2 Instruktur Ukir Prestasi di UIN MY Batusangkar”

oleh | Agu 28, 2026

1121

Batusangkar – PBAK 2026 UIN Mahmud Yunus Batusangkar telah berakhir hari ini, jumat (28/8/2026). Namun, dari rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 25–28 Agustus 2026, tersisa sejumlah nama yang mencatatkan prestasi dan layak menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa baru.

PBAK tahun ini tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik dan kemahasiswaan, tetapi juga menjadi panggung awal untuk menunjukkan semangat, kedisiplinan, partisipasi, dan kesiapan menjadi bagian dari keluarga besar UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Sebagai bentuk apresiasi, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar menetapkan lima Mahasiswa Baru Terbaik, terdiri atas satu mahasiswa terbaik tingkat universitas dan empat mahasiswa terbaik tingkat fakultas. Selain itu, ditetapkan pula dua instruktur terbaik yang telah berperan mendampingi mahasiswa baru selama PBAK 2026.

Viviani Olivia, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan NIM 202636567594, menjadi nama pertama yang mendapat perhatian.

Viviani ditetapkan sebagai Mahasiswa Baru Terbaik Universitas pada pelaksanaan PBAK 2026.

Predikat tersebut menjadi capaian istimewa karena diberikan pada tingkat universitas. Ia menjadi representasi mahasiswa baru yang mampu menunjukkan performa terbaik dalam rangkaian kegiatan PBAK.

Bagi Viviani, capaian tersebut bukan sekadar sebuah penghargaan. Predikat ini menjadi langkah pertama untuk membangun perjalanan prestasi selama menempuh pendidikan di UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Selain terbaik tingkat universitas, masing-masing fakultas juga menetapkan mahasiswa baru terbaik.

Dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Viola Oktaviani (NIM 263010520009), mahasiswa Program Studi Pendidikan (Tadris) Matematika, ditetapkan sebagai Mahasiswa Baru Terbaik Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Dari Fakultas Syariah, predikat tersebut diraih Pefri Ardiansyah Hasibuan (NIM 263020110036), mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah).

Sementara dari Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Sri Elva Wardani (NIM 263030520006), mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, ditetapkan sebagai Mahasiswa Baru Terbaik Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah.

Sedangkan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, predikat mahasiswa baru terbaik diraih Riska Sasmita (NIM 263040420097), mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah.

Lima nama tersebut kini menjadi bagian dari catatan awal perjalanan akademik mereka di UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Menariknya, predikat tersebut diraih bahkan sebelum mahasiswa baru memasuki rutinitas perkuliahan secara penuh. Ini menunjukkan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan potensi terbaiknya sejak awal.

PBAK tidak akan berjalan tanpa peran para instruktur. Mereka berada di garis depan dalam mendampingi, mengarahkan, membangun kedisiplinan, sekaligus menjaga semangat mahasiswa baru selama mengikuti rangkaian kegiatan. Atas kontribusi tersebut, PBAK 2026 juga memberikan apresiasi kepada dua instruktur terbaik.

Nofri Yandi (NIM 253020110022), mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah), ditetapkan sebagai Instruktur Terbaik Putra.

Sementara Suci Antina Rosa (NIM 2430307017), mahasiswa Program Studi Pemikiran Politik Islam, ditetapkan sebagai Instruktur Terbaik Putri.

Keduanya menjadi bagian penting dari keberhasilan pendampingan mahasiswa baru selama PBAK berlangsung.

Bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, penghargaan ini tidak dimaknai sekadar sebagai pemberian predikat. Ada pesan yang lebih besar di baliknya. Prestasi harus mulai dibangun sejak langkah pertama.

Mahasiswa baru yang hari ini mendapatkan penghargaan diharapkan tidak berhenti pada capaian PBAK. Predikat tersebut justru menjadi awal untuk membangun prestasi yang lebih tinggi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Begitu pula dengan para instruktur terbaik. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kontribusi mereka sekaligus motivasi agar terus menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya.

PBAK 2026 akhirnya meninggalkan sebuah pesan penting: setiap mahasiswa datang ke kampus membawa potensi, tetapi mereka sendirilah yang menentukan sejauh mana potensi itu akan dikembangkan.

Bagi mereka, penghargaan ini mungkin menjadi satu halaman kecil dalam perjalanan panjang pendidikan. Tetapi bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, mereka adalah bagian dari generasi baru yang diharapkan kelak mengukir prestasi lebih besar dan membawa nama almamater semakin dikenal.

Selamat kepada para mahasiswa dan instruktur terbaik PBAK 2026. Hari ini kalian menjadi yang terbaik di PBAK. Esok, jadilah yang terbaik dalam ilmu, karya, akhlak, dan pengabdian. (hospiburda)