
Batusangkar – Program Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali mendapat perhatian dari kalangan tokoh pendidikan dan pengasuh pondok pesantren sekaligus Anggota DPD RI periode 2024–2029, K.H. Muhammad Mursyid, melakukan kunjungan ke Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar untuk menjajaki peluang kerja sama akademik dan pengabdian kepada masyarakat dengan pondok pesantren yang beliau pimpin, Senin (10/8/2026).
Kunjungan yang berlangsung di ruang Direktur Pascasarjana tersebut berkembang menjadi diskusi akademik yang hangat dan konstruktif. KH. Muhammad Mursyid diterima langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., didampingi Ketua Program Studi Doktor (S3) Studi Islam, Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya berkaitan dengan peluang kerja sama kelembagaan, tetapi juga berkembang pada penguatan pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia pesantren, serta peluang kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu poin menarik dalam pertemuan tersebut adalah ketertarikan KH. Muhammad Mursyid untuk melanjutkan pendidikan pada Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Ketertarikan tersebut muncul setelah mendalami berbagai informasi dan berdiskusi mengenai orientasi akademik, proses pendidikan, serta arah pengembangan Program Doktor Studi Islam.
Ketertarikan tokoh yang juga memiliki tanggung jawab dalam pengembangan pendidikan pesantren tersebut menjadi sinyal positif bagi Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan doktoral UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin mendapatkan perhatian dari kalangan akademisi, tokoh agama, dan pengelola lembaga pendidikan Islam.

Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren merupakan ruang strategis untuk mempertemukan kekuatan akademik dengan pengalaman praksis pendidikan keagamaan di masyarakat.
“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama dengan pondok pesantren, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pesantren memiliki kekuatan yang sangat besar dalam membangun masyarakat, sementara perguruan tinggi memiliki tradisi akademik dan riset. Jika keduanya disinergikan, akan lahir program-program yang memberikan manfaat lebih luas,” ungkap Prof. Marjoni.
Ia juga menyambut baik ketertarikan KH. Muhammad Mursyid untuk melanjutkan pendidikan doktoral di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Menurutnya, keberadaan mahasiswa doktor dari kalangan tokoh dan pengelola lembaga pendidikan Islam akan memperkaya dinamika akademik Program Doktor Studi Islam.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa Program Doktor Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus dikembangkan sebagai ruang akademik untuk mempertemukan kajian keislaman dengan berbagai persoalan aktual yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengalaman para pengelola pesantren sangat potensial dikembangkan menjadi kajian akademik pada jenjang doktoral, khususnya penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di bidang pendidikan Islam, manajemen pesantren, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kelembagaan keagamaan.
“Kami ingin Program Doktor tidak hanya menghasilkan disertasi, tetapi juga melahirkan pemikiran dan penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. Karena itu, kehadiran tokoh dan pengelola pesantren dalam lingkungan akademik doktoral akan memberikan warna dan pengalaman yang sangat berharga,” jelas Prof. Rahmad.
Lebih jauh, peluang kerja sama dengan pondok pesantren yang dipimpin KH. Muhammad Mursyid juga membuka ruang bagi penguatan pengabdian kepada masyarakat berbasis pesantren. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan dalam bentuk pendampingan akademik, penelitian kolaboratif, penguatan kapasitas sumber daya manusia, maupun program pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesantren.
Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan arah pengembangan Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang semakin terbuka terhadap kolaborasi akademik berbasis kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi pesantren dan lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan sumber daya manusia serta menjawab berbagai tantangan masyarakat.
Ketertarikan KH. Muhammad Mursyid terhadap Program Doktor Studi Islam menjadi salah satu perkembangan positif bagi Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Di tengah penguatan kualitas pendidikan doktoral dan semakin intensifnya pelaksanaan ujian terbuka promosi doktor, kehadiran calon mahasiswa dari kalangan tokoh pendidikan dan pengelola pesantren semakin memperkuat posisi Program Doktor sebagai ruang pengembangan keilmuan Islam yang terbuka, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (hospiburda)