Pilih Laman

Telaah Pemikiran Said Nursi tentang Hadis Siyasah, Burhanuddin Resmi Menjadi Doktor ke-10 UIN Mahmud Yunus Batusangkar

oleh | Agu 6, 2026

113

Batusangkar — Tradisi akademik Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Program Doktor (S3) Studi Islam kembali melahirkan lulusan doktor melalui pelaksanaan Ujian Terbuka Promosi Doktor atas nama Burhanuddin, kamis (6/8/2026), di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai IV Kampus II. Keberhasilan tersebut menjadikan Burhanuddin sebagai doktor ke-10 yang dilahirkan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, sekaligus mempertegas eksistensi universitas dalam memperkuat budaya riset dan pengembangan keilmuan Islam di Indonesia.

Pada ujian terbuka tersebut, Burhanuddin berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Epistemologi Hadis Siyasah Said Nursi dalam Kitab Rasail Al-Nur.” Penelitian ini menawarkan pembacaan baru terhadap konstruksi pemikiran Said Nursi mengenai hadis-hadis siyasah sebagai landasan etika kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, dan hubungan agama dengan kehidupan bernegara. Disertasi tersebut tidak hanya mengulas aspek normatif hadis, tetapi juga menunjukkan relevansi pemikiran Said Nursi dalam menjawab tantangan kehidupan sosial-politik masyarakat Muslim kontemporer melalui pendekatan Islam yang moderat, transformatif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Promovendus mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. selaku Ketua Dewan Sidang merangkap Penguji Internal, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Sidang, Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. sebagai Sekretaris Sidang, Prof. Dr. H. Hasan Zaini, M.A. sebagai Promotor, Prof. Dr. Akhyar Hanif, M.Ag. sebagai Co-Promotor I, Dr. Inong Satriadi, S.Ag., M.A. sebagai Co-Promotor II, serta Prof. Phil. Sahiron, M.A., Ph.D., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, sebagai Penguji Eksternal.

Selama ujian berlangsung, Burhanuddin mampu mempertahankan argumentasi ilmiahnya melalui dialog akademik yang kritis bersama para penguji. Berbagai masukan yang diberikan tidak hanya memperkaya substansi disertasi, tetapi juga memperkuat kontribusi penelitian terhadap pengembangan kajian hadis dan pemikiran politik Islam kontemporer.

Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., menyampaikan bahwa setiap doktor yang dilahirkan Pascasarjana merupakan representasi kualitas tata kelola akademik yang terus berkembang.

“Program Doktor tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan bergelar doktor, tetapi melahirkan ilmuwan yang mampu menciptakan pembaruan keilmuan melalui riset yang orisinal, relevan, dan memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat. Disertasi Burhanuddin menjadi salah satu contoh bagaimana kajian Islam klasik dapat dikembangkan untuk menjawab tantangan kehidupan modern,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor (S3) Studi Islam, Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa Program Doktor UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus diarahkan menjadi pusat pengembangan Studi Islam berbasis riset yang memiliki daya saing nasional dan internasional.

“Kami terus memperkuat mutu pembelajaran, pendampingan akademik, kualitas promotor, serta kolaborasi riset agar setiap disertasi memiliki kebaruan ilmiah (scientific novelty) dan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga hari ini, Program Doktor telah melahirkan sepuluh doktor, dan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring meningkatnya kualitas penelitian mahasiswa,” jelasnya.

Kehadiran Prof. Phil. Sahiron, M.A., Ph.D. sebagai penguji eksternal turut memberikan nilai strategis bagi pelaksanaan ujian terbuka tersebut. Selain memperkaya diskursus akademik, kehadiran Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan mutu pendidikan doktoral di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Keberhasilan Burhanuddin meraih gelar doktor semakin memperkokoh posisi UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai salah satu PTKIN yang konsisten membangun ekosistem akademik unggul melalui penguatan pendidikan doktoral, budaya riset, publikasi ilmiah, dan inovasi keilmuan. Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi UIN Mahmud Yunus Batusangkar menuju universitas bereputasi internasional tidak hanya ditopang oleh pembangunan fisik dan tata kelola kelembagaan, tetapi juga oleh lahirnya sumber daya manusia berkualitas yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, umat, dan peradaban. (hospiburda)