
Batusangkar – Dunia pendidikan Kabupaten Solok kembali mencatat sejarah baru. Dr. Hj. Indrayeni, M.Pd, Kepala UPTD SDN 32 Koto Sani, resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, yang digelar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai IV Kampus II, Selasa (4/8/2026).
Dengan capaian tersebut, Dr. Indrayeni yang lahir di Saningbaka, 30 Juni 1972, tercatat sebagai kepala sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) pertama di Kabupaten Solok yang berhasil meraih gelar doktor. Prestasi ini menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan dasar di Kabupaten Solok sekaligus membuktikan bahwa guru dan kepala sekolah mampu terus meningkatkan kompetensi akademik hingga jenjang pendidikan tertinggi.
Dalam ujian terbuka tersebut, Indrayeni mempresentasikan disertasi berjudul “Pengembangan Buku Ajar Muatan Lokal Budaya Alam Minangkabau Terintegrasi Nilai Keislaman Berbasis Pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Sekolah Dasar.” Penelitian ini menawarkan inovasi pengembangan buku ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya Minangkabau dengan ajaran Islam melalui pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam), sehingga diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter, kecintaan terhadap budaya lokal, dan kompetensi peserta didik secara komprehensif.

Keberhasilan Indrayeni mendapat apresiasi luas dari kalangan pendidik. Salah satunya disampaikan Mimi Rosita, M.Pd., pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok, yang hadir langsung menyaksikan pelaksanaan ujian terbuka tersebut.
“Kami mengucapkan selamat dan turut berbahagia atas keberhasilan Ibu Indrayeni meraih gelar doktor. Sebagai sesama guru, kami merasa sangat terharu sekaligus bangga. Prestasi ini membuktikan bahwa guru dan kepala sekolah mampu terus berkembang, menghasilkan karya ilmiah berkualitas, serta menjadi inspirasi bagi seluruh pendidik di Kabupaten Solok untuk terus belajar sepanjang hayat,” ungkap Mimi Rosita.
Menurutnya, pencapaian tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi Indrayeni, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar guru di Kabupaten Solok. Kehadiran seorang kepala sekolah bergelar doktor diharapkan mampu memperkuat budaya akademik, meningkatkan mutu kepemimpinan pendidikan, serta mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang lebih berkualitas di sekolah-sekolah.
Keberhasilan Indrayeni juga semakin menegaskan komitmen Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik tinggi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi pengembangan pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar. Melalui penelitian yang berbasis kebutuhan masyarakat dan kearifan lokal, Program Doktor Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi kemajuan bangsa.
Dengan lahirnya doktor-doktor baru dari berbagai latar belakang profesi, termasuk kepala sekolah, UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi Islam yang berhasil membangun tradisi akademik unggul sekaligus berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Barat dan Indonesia. (hospiburda)