
Batusangkar – Tradisi akademik tingkat doktoral Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar kembali menorehkan capaian penting. Zainal Jusmar resmi menyandang gelar Doktor ke-6 pada Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar setelah berhasil mengikuti Ujian Terbuka Promosi Doktor Batch II, Kamis (30/7/2026), di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai IV Kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Ujian terbuka tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademik Zainal Jusmar dalam menyelesaikan pendidikan doktoralnya sekaligus menandai keberlanjutan tradisi akademik Program Doktor Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam melahirkan lulusan pada jenjang pendidikan tertinggi. Dalam ujian terbuka tersebut, Zainal Jusmar berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Hybrid Training bagi Calon Kepala Sekolah Dasar.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan model pendidikan dan pelatihan yang memadukan pembelajaran secara tatap muka dengan pembelajaran berbasis teknologi atau hybrid training, khususnya bagi calon kepala sekolah dasar.
Melalui kajian tersebut, Zainal Jusmar mengangkat kebutuhan pengembangan kompetensi calon kepala sekolah agar mampu menghadapi tuntutan pengelolaan pendidikan yang semakin kompleks. Pendekatan hybrid training menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan model pendidikan dan pelatihan yang lebih adaptif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan kepemimpinan pendidikan.
Ujian terbuka ini dilaksanakan di hadapan Dewan Penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. selaku Ketua Dewan Sidang, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. selaku Wakil Ketua Sidang sekaligus Promotor, dan Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. selaku Sekretaris Sidang sekaligus Co-Promotor I.
Selanjutnya, Dr. Jamilus, M.Pd. bertindak sebagai Penguji Internal, Dr. Riki Saputra, M.A. sebagai Penguji Eksternal, serta Dr. Ridwal Trisoni, S.Ag., M.Pd. sebagai Co-Promotor II.

Rangkaian ujian terbuka tersebut menjadi ruang akademik bagi promovendus untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus mempertanggungjawabkan konstruksi ilmiah disertasinya di hadapan dewan penguji. Proses tersebut sekaligus memperlihatkan karakter pendidikan doktoral yang menuntut kemampuan menghasilkan temuan dan gagasan ilmiah yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dan pemecahan persoalan pendidikan.
Ujian terbuka Zainal Jusmar memiliki arti strategis bagi perkembangan Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Setelah sebelumnya Program Doktor telah mencatat kelulusan doktor pada Batch I, pelaksanaan ujian terbuka Batch II menjadi bukti bahwa tradisi akademik pada jenjang doktoral terus bergerak dan berkembang.
Capaian ini juga memperkuat posisi UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan pada jenjang sarjana dan magister, tetapi juga semakin matang dalam mengembangkan pendidikan doktoral dan tradisi penelitian pada level akademik tertinggi.
Kehadiran doktor baru melalui proses akademik yang ketat diharapkan turut memperkuat ekosistem keilmuan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Para doktor lulusan Program Doktor Studi Islam diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu menghasilkan gagasan, penelitian, dan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, masyarakat, dan pembangunan bangsa.
Dengan selesainya Ujian Terbuka Promosi Doktor atas nama Dr. Zainal Jusmar, S.Pd., M.M., M.Si, UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menegaskan komitmennya membangun tradisi keilmuan yang unggul dan berkelanjutan. Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan institusi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan menghadirkan lulusan doktor yang mampu menjawab tantangan pendidikan dan kehidupan masyarakat yang terus berubah. (hospiburda)