Pilih Laman

Banggakan Kampus, Dua Dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar Resmi Terima KMA Guru Besar dari Menag RI

oleh | Jul 14, 2026

49

Jakarta — Dua Dosen terbaik UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali catatkan prestasi membanggakan, Keduanya adalah Prof. Dr. H. Akhyar Hanif, M.Ag. dan Prof. Dr. Hj. Sri Yunarti, M.Ag., yang secara resmi menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025 bersama 119 akademisi lainnya dalam seremoni yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Dengan bertambahnya dua Guru Besar dari Rumpun Ilmu Agama, ini semakin memperkuat kapasitas akademik UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Dalam arahannya, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa seorang Guru Besar tidak hanya dituntut memiliki keunggulan akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keimanan. “Jangan berpaham bahwa yang paling utama hanya ilmu. Yang paling utama adalah iman. Iman dan ilmu harus berjalan bersama,” tegas Menag.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peran Guru Besar bukan sekadar menghasilkan karya ilmiah, melainkan juga membangun peradaban melalui penguatan karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan.

Bagi Prof. Akhyar Hanif, pencapaian sebagai Guru Besar merupakan amanah yang membawa tanggung jawab akademik sekaligus moral yang semakin besar. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan serta berkomitmen untuk terus memperdalam kajian keilmuan yang selama ini menjadi fokus pengabdiannya. “Saya bersyukur dan bangga, tetapi gelar ini justru menjadi tantangan bagi saya untuk terus mengembangkan keilmuan, khususnya di bidang ilmu agama, agar semakin memberi manfaat bagi masyarakat dan dunia akademik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Prof. Hj. Sri Yunarti yang memaknai jabatan Guru Besar sebagai bentuk pengakuan negara atas dedikasi akademik yang dibangun melalui pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah bereputasi, pengabdian kepada masyarakat, dan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, capaian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. “Mohon doa dan dukungan agar saya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, serta istiqamah dalam menjalankan amanah ini demi kemajuan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, Ph.D., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bertambahnya dua Guru Besar di lingkungan kampus. Menurutnya, kehadiran Guru Besar menjadi modal strategis dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas riset, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong lahirnya inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kemajuan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

Dengan penambahan Prof. Akhyar Hanif dan Prof. Hj. Sri Yunarti, UIN Mahmud Yunus Batusangkar kini memiliki Guru Besar dari berbagai rumpun ilmu. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen universitas dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia, memperkuat tridarma perguruan tinggi, serta mengokohkan posisinya sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang terus berkembang, unggul, dan dipercaya masyarakat di tingkat nasional maupun internasional