Pilih Laman

Kontingen UIN Mahmud Yunus Batusangkar Kenalkan “Baju Milik” Minangkabau pada SeIBa International Festival IV 2026

oleh | Jul 10, 2026

130

Padang – Kontingen UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau di tingkat internasional. Pada ajang SeIBa International Festival (SIF) IV Tahun 2026 yang diselenggarakan di UIN Imam Bonjol Padang, kontingen UIN Mahmud Yunus Batusangkar tampil memukau pada cabang lomba Nasyid dengan mengenakan Baju Milik, salah satu busana adat perempuan khas Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Pemilihan Baju Milik tidak sekadar menjadi pelengkap penampilan di atas panggung, tetapi juga merupakan bentuk diplomasi budaya yang memperkenalkan identitas Minangkabau kepada peserta dari berbagai negara. Busana tradisional ini terdiri atas tangkuluak, baju hitam, rok hitam, selendang, ikat pinggang, serta kambuik bajaik. Setiap unsur memiliki filosofi yang mencerminkan nilai kesopanan, kehormatan, kearifan lokal, serta peran perempuan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Penampilan kontingen UIN Mahmud Yunus Batusangkar pada hari ketiga penyelenggaraan festival berhasil menarik perhatian peserta nasional maupun internasional. Harmoni lantunan nasyid yang dipadukan dengan keindahan busana adat memberikan kesan mendalam bagi para tamu dan delegasi yang hadir. Melalui penampilan tersebut, UIN Mahmud Yunus Batusangkar tidak hanya berkompetisi dalam bidang seni, tetapi juga menjadi representasi budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Sumatera Barat kepada masyarakat dunia.

Baju Milik dikenakan oleh lima mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, yaitu Rifka Ananda, Ailul Hasnah, Fenta Vhalensia, Diva Faddillah Ramika, dan Ummi Raylatul Husna. Kehadiran mereka di atas panggung menjadi simbol semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya daerah sekaligus membuktikan bahwa nilai-nilai tradisi dapat ditampilkan secara elegan dalam forum internasional.

Official Kontingen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Gustina, M.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan Baju Milik merupakan bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman busana adat Minangkabau kepada dunia. Menurutnya, SeIBa International Festival menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan bahwa Minangkabau memiliki kekayaan budaya yang sarat makna dan patut dikenal oleh masyarakat global. “Kami ingin dunia mengetahui bahwa Minangkabau memiliki beragam pakaian adat yang penuh filosofi. Melalui ajang internasional ini, kami membawa identitas budaya daerah sebagai bagian dari kontribusi UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia,” ujarnya.

Keikutsertaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam SeIBa International Festival IV 2026 menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus memperluas jejaring internasional. Melalui kolaborasi antara prestasi akademik, seni, dan budaya, UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus berupaya menghadirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta mampu menjadi duta budaya Indonesia di tingkat global.