
Batusangkar – Prestasi akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar kembali menunjukkan tren yang membanggakan. Belum genap sehari setelah menggelar Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Enam Guru Besar dalam rangka Milad ke-29, kampus ini kembali memperoleh kabar gembira dengan ditetapkannya dua dosen sebagai Guru Besar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dua akademisi yang memperoleh jabatan fungsional tertinggi tersebut adalah Prof. Dr. Hj. Sri Yunarti, M.Ag. dan Prof. Dr. H. Akhyar Hanif, M.Ag. Keduanya tercantum sebagai penerima Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025 dan diundang secara resmi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI untuk menerima Surat Keputusan (SK) Guru Besar pada Senin, 13 Juli 2026, di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat.
Momentum ini semakin memperkuat capaian akademik UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Baru saja, pada hari rabu (8/7/2026) ini telah mengukuhkan enam Guru Besar melalui Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Ketua Senat Prof. Dr. H. Syukri Iska, M.Ag. dan dikukuhkan langsung oleh Rektor Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-29 UIN Mahmud Yunus Batusangkar sekaligus menandai semakin kuatnya tradisi akademik dan budaya keilmuan di lingkungan kampus.
Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya Guru Besar di lingkungan universitas.
“Alhamdulillah, ini merupakan karunia Allah SWT sekaligus kebanggaan bagi seluruh keluarga besar UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Setelah kita mengukuhkan enam Guru Besar pada momentum Milad ke-29, kini kembali hadir kabar membahagiakan dengan ditetapkannya dua dosen sebagai Guru Besar oleh Kementerian Agama. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah yang berdampak bagi umat dan bangsa,” ungkap Rektor.
Menurut Rektor, peningkatan jumlah Guru Besar merupakan salah satu indikator penting kemajuan sebuah perguruan tinggi. Kehadiran para profesor tidak hanya memperkuat kapasitas akademik institusi, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya inovasi, riset unggulan, publikasi bereputasi internasional, serta pengembangan keilmuan yang memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Dengan penambahan dua Guru Besar tersebut, UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin optimistis memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang terus berkembang di Indonesia. Akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia akademik ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mewujudkan kampus yang unggul, bereputasi internasional, dan berdampak, sejalan dengan visi UIN Mahmud Yunus Batusangkar “ Integratif Interkonektif dalam Keilmuan, Berkearifan Lokal dan Bereputasi Global” untuk melahirkan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, inovatif, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. (hospiburda)