Pilih Laman

FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar Gelar PKMM 2026, Siapkan Generasi Pemimpin Berintegritas dan Berkarakter

oleh | Jun 29, 2026

63

Batusangkar – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) resmi menggelar Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah (PKMM) Tahun 2026, kamis-jumat (25-26/6/2026), yang di pusatkan di Auditorium Kampus I UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses kaderisasi mahasiswa dalam menyiapkan calon pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat.

PKMM 2026 diikuti oleh 136 mahasiswa yang berasal dari 11 program studi di lingkungan FTIK. Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan konsep pembelajaran yang memadukan materi kepemimpinan di ruang kelas pada hari pertama di Kampus I dan penguatan karakter melalui kegiatan lapangan pada hari kedua di Masjid Taqwa Malalo Batipuh Selatan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. H. Ridwal Trisoni, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan sejati berawal dari kemampuan seseorang dalam memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.

Menurutnya, karakter seorang pemimpin dibentuk melalui kedisiplinan, tanggung jawab, serta konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai kehidupan, termasuk menjaga ibadah sebagai fondasi utama pembentukan karakter.

“Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu mengendalikan dirinya terlebih dahulu. Disiplin dalam menjalankan kewajiban, seperti membiasakan bangun lebih awal dan melaksanakan salat Subuh tepat waktu, merupakan latihan sederhana yang akan membentuk karakter kepemimpinan yang kuat,” ujar Dr. Ridwal Trisoni.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FTIK sekaligus Pembina DEMA FTIK, Dr. H. Muhammad Yusuf Salam, M.A., menegaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah merupakan bagian dari sistem kaderisasi yang dirancang secara terarah (by design), sehingga lahir pemimpin-pemimpin mahasiswa yang memiliki kapasitas intelektual, moral, dan kemampuan organisasi.

“Pemimpin tidak lahir secara kebetulan. Kepemimpinan harus dibentuk melalui proses pembelajaran, pembinaan, pengalaman, dan latihan yang berkelanjutan. PKMM merupakan salah satu instrumen strategis untuk menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan,” ungkapnya.

Ketua Umum DEMA FTIK, Arrijal Aziz, dalam laporannya menjelaskan bahwa PKMM menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan, memperluas wawasan organisasi, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan kader-kader mahasiswa yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kesiapan menjadi pemimpin di berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.

Pada hari pertama, peserta memperoleh pembekalan dari sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Harfani, M.Pd. menyampaikan materi tentang Manajemen Konflik, yang membahas strategi penyelesaian konflik secara konstruktif dalam organisasi. Ferki Ahmad Marlion, M.Pd. memberikan materi mengenai Ideologi Mahasiswa, yang menekankan pentingnya menjaga idealisme, integritas, dan peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Sementara itu, Drs. Basrizal Dt. Penghulu Basa, M.A. mengulas Kepemimpinan dalam Perspektif Adat Minangkabau, yang menegaskan bahwa kepemimpinan harus berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal, musyawarah, dan tanggung jawab sosial.

Melalui PKMM 2026, FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar berharap lahir generasi pemimpin mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kampus, masyarakat, bangsa, dan negara.