Pilih Laman

Prof. Dr. H. Asmendri, S.Ag., M.Pd., Jadi Visiting Lecturer di UIN Imam Bonjol Padang, Dorong Lulusan MPI Menjadi Pencipta Kerja

oleh | Jun 25, 2026

183

Padang – Guru Besar UIN Mahmud Yunus Batusangkar sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Dr. H. Asmendri, S.Ag., M.Pd., dipercaya menjadi Visiting Lecturer pada kegiatan Visiting Professor & Lecturer yang diselenggarakan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Imam Bonjol Padang, Rabu (24/6/2026), di Aula FTK Kampus II Lubuk Lintah.

Kehadiran Prof. Asmendri menjadi bagian dari penguatan kolaborasi akademik antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sekaligus mempertegas kiprah dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat nasional.

Kegiatan yang mengusung tema “Menembus Batas Borang: Strategi Melahirkan Alumni MPI yang Adaptif dan Mandiri” tersebut dihadiri pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Imam Bonjol Padang.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. H. Yasmadi, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesediaan Prof. Asmendri hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut.

“Kami merasa bangga dapat menghadirkan kembali salah seorang alumni terbaik UIN Imam Bonjol Padang yang kini telah menjadi Guru Besar dan Ketua LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Kehadiran beliau tentu menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan civitas akademika,” ungkap Prof. Yasmadi.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Asmendri mengajak mahasiswa untuk membangun paradigma baru dalam menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian administratif dan akreditasi, tetapi juga dari kemampuan lulusannya beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan peluang kerja.

Ia menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai “Paradoks Akreditasi”, yaitu ketika perguruan tinggi terlalu fokus pada pencapaian dokumen dan indikator administratif, sementara dunia kerja justru menuntut kompetensi nyata dan keterampilan yang relevan.

“Borang dapat mengantarkan program studi meraih akreditasi terbaik, tetapi keahlian, kreativitas, dan kemampuan beradaptasilah yang akan menentukan keberhasilan lulusan di dunia kerja,” tegas Prof. Asmendri.

Menurutnya, mahasiswa MPI tidak boleh hanya mempersiapkan diri menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi harus bertransformasi menjadi pencipta kerja (job creator) yang mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk memperkuat berbagai keterampilan yang memiliki nilai jual tinggi (marketable skills), seperti manajemen mutu pendidikan, audit kelembagaan, pengelolaan sistem informasi pendidikan, kepemimpinan organisasi, hingga pengembangan usaha berbasis pendidikan (edu-business).

Prof. Asmendri juga menekankan pentingnya penguatan program magang yang terintegrasi dengan dunia industri, lembaga sosial, dan organisasi non-pemerintah agar mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang lebih luas sebelum memasuki dunia kerja.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan berbagai sertifikasi kompetensi sebagai nilai tambah lulusan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Sementara itu, Ketua Program Studi MPI FTK UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Misra, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan Visiting Lecturer ini dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait tantangan dan peluang karier lulusan MPI di era transformasi digital.

“Kami ingin mahasiswa memiliki perspektif yang lebih luas tentang masa depan profesinya. Kehadiran Prof. Asmendri dan pendampingnya, Vicky Rizki Febrian, M.Pd., sangat krusial. “Kegiatan ini dirancang untuk menambah wawasan mahasiswa S1 MPI agar mereka memiliki daya saing, tidak sekadar lulus, tetapi siap menjadi pencipta kerja,” ujar Dr. Misra.  Sebagai langkah taktis, Prof. Asmendri menekankan pentingnya rekonstruksi jalur magang MBKM ke sektor industri dan NGO, serta memperkuat Sertifikasi Kompetensi Pendamping Ijazah (SKPI) bagi setiap lulusan. Melalui kegiatan ini, Kehadiran Prof. Asmendri sebagai Visiting Lecturer tidak hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap kapasitas akademik dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi antarkampus dalam melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (hospiburda)