Pilih Laman

Kaji Efektivitas Mediasi Perceraian di Pengadilan Agama, Syamsul Bahri Resmi Sandang Gelar Doktor Keempat UIN Mahmud Yunus Batusangkar

oleh | Jun 23, 2026

235

Batusangkar – Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali melahirkan doktor baru. Syamsul Bahri resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang dilaksanakan pada hari selasa (24/6/2026) di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai IV Kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Keberhasilan tersebut menjadikan Syamsul Bahri sebagai doktor keempat yang dilahirkan oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar melalui Program Doktor Studi Islam Pascasarjana. Capaian ini sekaligus menandai semakin produktifnya Program Doktor dalam melahirkan lulusan yang memiliki kontribusi akademik terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan keislaman kontemporer.

Dalam sidang terbuka tersebut, Syamsul Bahri mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Mediasi Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Kelas IB dalam Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama Padang.”

Penelitian ini mengkaji secara mendalam pelaksanaan mediasi dalam perkara perceraian pada sejumlah Pengadilan Agama Kelas IB yang berada di bawah yurisdiksi Pengadilan Tinggi Agama Padang. Disertasi tersebut berupaya menelaah efektivitas mediasi sebagai instrumen penyelesaian sengketa keluarga yang bertujuan mengurangi angka perceraian serta mewujudkan prinsip perdamaian yang menjadi salah satu tujuan utama hukum Islam dan sistem peradilan agama.

Dalam paparannya, Syamsul Bahri menjelaskan bahwa mediasi memiliki posisi strategis dalam proses penyelesaian perkara perceraian. Namun dalam praktiknya, berbagai faktor seperti rendahnya komitmen para pihak, kompleksitas konflik rumah tangga, hingga aspek sosial dan psikologis sering menjadi tantangan dalam keberhasilan mediasi. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat peran mediasi dalam mewujudkan penyelesaian sengketa keluarga yang lebih efektif dan berkeadilan.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. Dr. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. selaku Ketua Dewan Sidang. Berikutnya Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Sidang dan Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. sebagai Sekretaris Sidang.

Sementara itu, anggota dewan penguji terdiri dari Prof. Dr. H. Zulfan, M.Ag., Prof. Dr. Hj. Elimartati, M.Ag., Prof. Dr. H. Zainuddin, M.A., Prof. Dr. H. Zulkifli, M.A., serta Dr. Hj. Sri Yunarti, M.Ag. Seluruh penguji memberikan berbagai pertanyaan, masukan, dan pendalaman akademik terkait substansi penelitian, metodologi, serta kontribusi disertasi terhadap pengembangan hukum keluarga Islam dan praktik peradilan agama di Indonesia.

Setelah melalui proses pengujian yang berlangsung secara ilmiah, terbuka, dan konstruktif, dewan penguji menetapkan Syamsul Bahri lulus serta berhak menyandang gelar doktor.

Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, lahirnya doktor keempat menunjukkan bahwa Program Doktor Studi Islam terus berkembang dan mampu menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi terhadap penguatan kajian keislaman dan pengembangan hukum Islam di Indonesia.

“Disertasi yang dihasilkan mahasiswa doktoral tidak hanya dituntut memiliki kedalaman teoritis, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Kajian tentang mediasi perceraian ini memiliki nilai strategis karena menyentuh langsung persoalan ketahanan keluarga dan efektivitas sistem peradilan agama,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa seluruh disertasi mahasiswa Program Doktor diarahkan untuk memenuhi standar Level 9 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang menuntut adanya kebaruan ilmiah, kedalaman analisis, serta kontribusi akademik yang nyata.

Menurutnya, keberhasilan Syamsul Bahri menjadi doktor keempat semakin memperlihatkan progres positif angkatan pertama Program Doktor Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang saat ini terus menunjukkan produktivitas akademik yang membanggakan.

“Lahirnya doktor-doktor baru merupakan bukti bahwa Program Doktor Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar telah berjalan sesuai arah pengembangannya. Kami berharap para lulusan doktor mampu menjadi penggerak pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan lembaga, dan solusi bagi berbagai persoalan umat dan bangsa,” ujarnya.

Keberhasilan Syamsul Bahri meraih gelar doktor semakin memperkuat posisi UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam yang terus berkomitmen membangun tradisi akademik, budaya riset, dan pengembangan keilmuan Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman. (hospiburda)