
Batusangkar – Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar kembali menandai fase penting dalam perjalanan akademiknya. Setelah melewati proses pendidikan, penelitian, dan serangkaian ujian yang panjang, mulai dari Prelim, Seminar Proposal, Seminar Hasil, kompre, ujian dan hari ini ujian terbuka. Desmita resmi dikukuhkan sebagai doktor pertama yang dilahirkan oleh Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai IV Kampus II, Senin (15/06/2026).
Dalam sidang terbuka yang berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh tradisi akademik tersebut, Desmita dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan delapan orang dewan penguji yang terdiri dari guru besar dan akademisi dari berbagai disiplin keilmuan.
Disertasi yang dipromosikan berjudul “Konstruksi Konsep Kecerdasan Hati Menurut Psikologi Islam Dan Signifikansinya Dalam Mewujudkan Higher Self Development ( Studi Analisis Hati Berfungsi Untuk Berfikir )”. Penelitian ini mengkaji secara mendalam konsep qalb dalam perspektif psikologi Islam, dengan menempatkan hati tidak hanya sebagai pusat spiritualitas dan moralitas, tetapi juga sebagai instrumen kesadaran dan proses berpikir manusia. Kajian ini menjadi salah satu upaya pengembangan psikologi Islam kontemporer melalui integrasi antara khazanah keilmuan Islam klasik dan pendekatan ilmiah modern.
Sidang terbuka promosi doktor dipimpin langsung oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, dengan susunan dewan penguji sebagai berikut:
- Prof. Dr. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. selaku Ketua Sidang.
- Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Penguji,
- Dr. Sirajul Munir, M.Pd. sebagai Sekretaris,
- Prof. Dr. Hj. Nurussakinah Daulay, M.Psi., Psikolog sebagai Penguji Eksternal,
- Prof. Dr. H. Kasmuri Selamat, M.A. sebagai Penguji Internal,
- Prof. Dr. H. Khairunnas Rajab, M.Ag. sebagai Promotor,
- Dr. Masril, M.Pd., Kons. sebagai Co-Promotor I, dan
- Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. sebagai Co-Promotor II.
Usai pelaksanaan sidang terbuka, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan Program Doktor Studi Islam Pascasarjana yang berhasil melahirkan doktor pertama sejak program tersebut dibuka. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti keseriusan UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam memperkuat budaya akademik dan tradisi riset pada jenjang pendidikan tertinggi.
“Lahirnya doktor pertama ini merupakan momentum penting bagi perjalanan akademik UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Ini menunjukkan bahwa Program Doktor Studi Islam telah berjalan sesuai dengan standar pendidikan tinggi dan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ungkap Rektor.

Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Studi Islam, Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian terbuka perdana ini menjadi indikator positif perkembangan Program Doktor UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Ia menjelaskan bahwa dari total 18 mahasiswa angkatan pertama, saat ini sebanyak 10 orang atau lebih dari 50 persen (50+1) ditargetkan memasuki tahapan ujian terbuka promosi doktor tahun ini.
“Capaian ini menunjukkan progres akademik yang sangat baik. Insya Allah jumlah tersebut masih akan terus bertambah dalam rentang waktu Juni hingga Agustus 2026, sehingga semakin menguatkan eksistensi Program Doktor Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Rahmad menegaskan bahwa setiap disertasi mahasiswa doktor dirancang dengan orientasi pada Capaian Pembelajaran Level 9 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yaitu menghasilkan temuan baru, pengembangan teori, atau kontribusi konseptual yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
“Disertasi pada jenjang doktor tidak sekadar menyelesaikan persoalan akademik, tetapi harus menghadirkan kebaruan (novelty), kedalaman analisis, dan kontribusi keilmuan yang memperkaya khazanah ilmu, khususnya dalam kajian Studi Islam,” tegasnya.
Pengukuhan Desmita sebagai doktor pertama ini bukan hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi simbol kematangan akademik Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam membangun tradisi keilmuan tingkat lanjut. Momen ini sekaligus menandai semakin kokohnya posisi UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai perguruan tinggi Islam yang mampu menghasilkan lulusan doktor berkualitas dengan tradisi penelitian yang kuat dan berdaya saing. (hospiburda)