Pilih Laman

Tonggak Sejarah Akademik, UIN MY Batusangkar Siap Gelar Ujian Terbuka Perdana Program Doktor

oleh | Jun 9, 2026

224

Batusangkar – UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali akan menorehkan sejarah penting dalam perjalanan akademiknya. Untuk pertama kalinya, Program Doktor (S3) Prodi Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar akan melaksanakan Ujian Terbuka Disertasi sebagai puncak proses pendidikan doktoral yang telah ditempuh mahasiswa selama masa studi.

Pelaksanaan ujian terbuka ini dijadwalkan berlangsung mulai 15 hingga 20 Juni 2026, dan akan diikuti oleh lima mahasiswa Program Doktor Prodi Studi Islam yang telah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan akademik untuk mengikuti ujian promosi doktor.

Adapun lima mahasiswa yang akan mengikuti ujian terbuka disertasi tahap pertama Program Doktor Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar adalah sebagai berikut:

  1. Desmita, Judul Disertasi: “Konstruksi Konsep Kecerdasan Hati Menurut Psikologi Islam Dan Signifikansinya Dalam Mewujudkan Higher Self Development”( Studi Analisis Hati Berfungsi Untuk Berfikir)”
  2. Yustiloviani, Judul Disertasi: ”Rekonstruksi Ketentuan Harta Bersama Melalui Implementasi Syirkah (Studi Terhadap Putusan Hakim Pengadilan Agama)”
  3. Reni Susanti, Judul Disertasi: ”Ilmu Hudhuri dalam Filsafat Pengetahuan Al-Ghazali dan Mulia Shadra (Studi Komparatif)”
  4. Syamsul Bahri , Judul Disertasi: ”Mediasi Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1B dalam Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama Padang”
  5. James Rischi, Judul Disertasi: ”Model TBD untuk Peningkatan Kinerja Petugas Pemasyarakatan Berbasis Nilai-nilai Islam”

Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., menegaskan bahwa pelaksanaan ujian terbuka perdana ini merupakan momentum bersejarah bagi Pascasarjana sekaligus menjadi bukti semakin matangnya penyelenggaraan Program Doktor Studi Islam di UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses akademik yang panjang, mulai dari perkuliahan, prelim, seminar proposal, penelitian, seminar hasil, hingga penyelesaian disertasi, kini Program Doktor Studi Islam akan memasuki babak penting dengan pelaksanaan ujian terbuka disertasi perdana. Ini merupakan tonggak sejarah bagi Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar,” ungkapnya.

Menurut Prof. Marjoni Imamora, kelima promovendus tersebut berasal dari berbagai latar belakang akademik dan penelitian yang mengkaji isu-isu strategis dalam bidang Studi Islam, mulai dari hukum Islam, pendidikan Islam, pemikiran Islam, hingga dinamika sosial keagamaan kontemporer.

Ia menjelaskan bahwa ujian terbuka disertasi merupakan tahapan akademik tertinggi yang harus dilalui mahasiswa doktor sebelum memperoleh gelar doktor. Dalam forum ilmiah tersebut, promovendus akan mempertahankan hasil penelitian disertasinya di hadapan tim penguji yang terdiri dari para profesor dan pakar sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Disertasi doktor bukan sekadar karya ilmiah biasa, tetapi harus mampu menghadirkan kebaruan ilmu (novelty), memberikan kontribusi akademik, dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Marjoni menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian terbuka ini sekaligus menjadi indikator meningkatnya kualitas akademik Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Kehadiran Program Doktor Studi Islam diharapkan dapat memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., dari tempat terpisah memberikan apresiasi atas capaian Pascasarjana yang berhasil mengantarkan mahasiswa Program Doktor menuju tahap akhir studi.

Menurut Rektor, pelaksanaan ujian terbuka perdana ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Pascasarjana, tetapi juga menjadi capaian institusional yang menandai semakin kokohnya ekosistem akademik dan budaya riset di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

“Program doktor merupakan mahkota akademik sebuah perguruan tinggi. Karena itu, disertasi yang dihasilkan harus mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan khazanah keislaman, serta menjawab berbagai tantangan masyarakat dan umat di masa depan,” tegas Rektor.

Melalui pelaksanaan ujian terbuka perdana ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak doktor-doktor berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pemimpin pemikiran, peneliti, dan agen perubahan di tengah masyarakat. (hospiburda)