
Batusangkar — UIN Mahmud Yunus Batusangkar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan Seminar Proposal Bantuan Penelitian Afirmasi Calon Guru Besar dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa-Rabu (9–10/6/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Suswati Hendriani, M.Pd., M.Pd yang mewakili Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Turut hadir Kepala LPPM, Prof. Dr. H. Asmendri, M.Pd., jajaran pimpinan LPPM, para peneliti, pengabdi, serta reviewer yang bertugas melakukan penilaian proposal.
Dalam sambutannya, Prof. Suswati Hendriani menegaskan bahwa penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi sekaligus mendukung penguatan akreditasi institusi.
Menurutnya, UIN Mahmud Yunus Batusangkar saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan predikat Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul yang telah diraih. Salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi adalah proporsi dosen dengan jabatan akademik Lektor Kepala yang idealnya mencapai minimal 30 persen dari total dosen yang dimiliki perguruan tinggi.
“Untuk mempertahankan APT Unggul, kita tidak hanya membutuhkan tata kelola yang baik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu indikator penting adalah jumlah dosen dengan jabatan akademik Lektor Kepala. Melalui program penelitian afirmasi calon guru besar dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, kita berharap lahir lebih banyak dosen yang siap melangkah menuju jenjang akademik yang lebih tinggi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Suswati menyampaikan bahwa budaya riset dan pengabdian harus terus diperkuat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hasil penelitian tidak hanya dituntut menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Pada tahun anggaran 2026 ini, terdapat 16 proposal yang mengikuti seminar, terdiri atas 8 proposal Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan 8 proposal Penelitian Afirmasi Calon Guru Besar. Seluruh proposal akan melalui proses evaluasi oleh reviewer guna memastikan kualitas, relevansi, dan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. H. Asmendri, M.Pd., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat ekosistem riset dan pengabdian yang berorientasi pada peningkatan mutu akademik serta percepatan karier dosen.
“Melalui seminar proposal ini, kami berharap lahir penelitian dan program pengabdian yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung percepatan lahirnya guru besar di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar,” ujarnya.
Kegiatan seminar berlangsung secara interaktif dengan sesi presentasi proposal dan diskusi bersama para reviewer. Melalui kegiatan ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar dengan tagline ” Kampus Sains Islam, Refleksi Surau Minangkabau” terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul, produktif, dan berdampak bagi masyarakat serta kemajuan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. (hospiburda)