
Bukittinggi – Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar menggelar Workshop Evaluasi Rencana Strategis (Renstra) dan Penyusunan Rencana Operasional (Renop), rabu-jumat (3-5/6/2026) di Grand Rocky Hotel Bukittinggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta persiapan strategis menghadapi akreditasi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES).
Workshop diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Fakultas Syariah. Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Kemal Sandi, S.E., M.AB., akademisi dan konsultan dari SHINING RC yang berpengalaman dalam pendampingan perencanaan strategis berbagai institusi pendidikan dan keuangan. Selain itu, materi juga disampaikan oleh Dr. Bustamin, M.AP., dosen Fakultas Syariah yang memiliki kepakaran di bidang administrasi publik dan tata kelola organisasi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Syariah yang terus menunjukkan komitmen dalam membangun budaya mutu dan tata kelola berbasis perencanaan yang terukur.
“Perencanaan yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun institusi yang unggul. Workshop ini tidak hanya berbicara tentang dokumen Renstra dan Renop, tetapi juga tentang arah masa depan Fakultas Syariah dalam meningkatkan kualitas layanan, prestasi akademik, dan daya saing lulusan,” ujar Rektor.
Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman. Oleh karena itu, seluruh program studi harus mampu menerjemahkan visi kelembagaan ke dalam program-program yang terukur dan berdampak nyata.
Menurutnya, UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus berupaya memperkuat ekosistem akademik melalui optimalisasi berbagai fasilitas pembelajaran yang dimiliki kampus, termasuk laboratorium-laboratorium pendukung yang tersedia di Fakultas Syariah.
“Kita memiliki berbagai fasilitas yang harus dimaksimalkan untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, mulai dari Laboratorium Syariah, Laboratorium Komputer hingga Laboratorium Keagamaan. Semua itu harus terintegrasi dalam upaya menghasilkan lulusan yang unggul dan kompetitif,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Nofialdi, M.Ag., menjelaskan bahwa workshop ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat arah pengembangan fakultas sekaligus mengevaluasi capaian program yang telah berjalan.
Menurutnya, selain menyempurnakan dokumen Renstra dan Renop, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mematangkan berbagai persiapan menghadapi asesmen akreditasi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Seluruh unsur fakultas harus memiliki visi yang sama dalam membangun budaya mutu. Workshop ini menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi capaian, menyusun langkah perbaikan, serta memastikan seluruh program berjalan selaras dengan target akreditasi dan pengembangan fakultas ke depan,” ujar Dekan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah berharap dapat menghasilkan dokumen Renstra, Renop, dan dokumen perencanaan lainnya yang lebih komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas akademik. Selain itu, workshop ini juga menjadi bagian dari ikhtiar kolektif dalam mewujudkan Fakultas Syariah sebagai fakultas yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi hari ini. (hospiburda)