Pilih Laman

Khutbah Idul Adha, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Soroti Fenomena Fatherless di Era Modern

oleh | Mei 29, 2026

28

BATUSANGKAR — Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, menjadi khatib Shalat Idul Adha 1447 H yang dipusatkan di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (27/5/2026).

Dalam khutbahnya, Prof. Delmus mengangkat tema “Pelajaran yang Bisa Diambil dari Ibadah Qurban” dengan menyoroti pentingnya peran keluarga, khususnya hubungan emosional antara ayah dan anak di tengah tantangan kehidupan modern.

Dalam penyampaiannya, Prof. Delmus menilai fenomena melemahnya bonding antara ayah dan anak menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Kesibukan orang tua dalam pekerjaan dan aktivitas pribadi sering kali membuat anak kehilangan figur pendamping, pembimbing, dan teladan dalam keluarga. Kondisi tersebut, menurutnya, melahirkan fenomena fatherless yang semakin banyak ditemukan di era digital saat ini.

“Banyak ayah yang sibuk dengan pekerjaannya dan dunianya sendiri, sementara anak-anak juga tenggelam dalam gadget serta aktivitas masing-masing. Akibatnya, hubungan emosional dalam keluarga menjadi lemah dan anak tumbuh tanpa bimbingan yang cukup dari seorang ayah,” ungkap Prof. Delmus di hadapan jamaah Idul Adha.

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar itu menjelaskan bahwa fenomena fatherless tidak hanya berdampak pada hubungan keluarga, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan psikologis, moral, dan pendidikan anak. Anak yang kehilangan kedekatan dengan ayah berpotensi mengalami krisis kepercayaan diri, kehilangan arah, hingga rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan sosial.

Lebih lanjut, Prof. Delmus menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, sosok ayah memiliki peran strategis sebagai qawwam atau pemimpin keluarga, murobbi sebagai pendidik, sekaligus pelindung bagi anak dan istri. Karena itu, momentum Idul Adha melalui keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS seharusnya menjadi refleksi penting tentang nilai pengorbanan, komunikasi, dan kedekatan emosional dalam keluarga.

Melalui khutbah Idul Adha tersebut, Prof. Delmus mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat ketahanan keluarga dengan membangun komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak. Menurutnya, kehadiran ayah tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga melalui perhatian, kasih sayang, dan keterlibatan aktif dalam mendidik generasi masa depan. (dn)