
Padang — UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan menghadiri Opening Ceremony Program Edukasi Intensif Taiwan–Politeknik Negeri Padang (PNP) yang dilaksanakan, Selasa (21/4/2026) di Hall Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) PNP.
Kehadiran UIN Mahmud Yunus Batusangkar diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Irman, M.Si., didampingi oleh Kepala Pusat International Office (IO), Dr. H. Andriyaldi, Lc., M.A. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya strategis kampus dalam memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya di bidang pendidikan, teknologi, dan industri.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara INTACT Base Taiwan dengan sejumlah perguruan tinggi di Kota Padang, termasuk Politeknik Negeri Padang dan UPI Padang. INTACT Base sendiri merupakan lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Taiwan yang berperan dalam menjembatani kerja sama antara dunia pendidikan dan sektor industri global.
Program ini tidak hanya menawarkan peluang beasiswa, tetapi juga membuka akses bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan industri internasional, sehingga mampu meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

Dalam keterangannya, Dr. Irman, M.Si. menyampaikan bahwa keikutsertaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global.
“Kehadiran kita di forum ini menjadi motivasi untuk terus berbenah, terutama dalam penguatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi dan industri. Ke depan, lulusan UIN harus mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. H. Andriyaldi, M.A. menegaskan pentingnya integrasi keilmuan keislaman dengan penguasaan teknologi sebagai arah pengembangan perguruan tinggi ke depan.
“Sebagai perguruan tinggi Islam, kita tidak boleh tertinggal dalam penguasaan teknologi dan industri. Ke depan, perlu ada langkah strategis untuk mengintegrasikan aspek tersebut dalam kurikulum dan pengembangan kelembagaan, sehingga lulusan kita tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dalam ekosistem global,” ungkapnya.
Keikutsertaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam agenda ini menjadi langkah konkret dalam memperluas kemitraan internasional sekaligus memperkuat positioning kampus sebagai perguruan tinggi Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui kolaborasi global seperti ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar optimis mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam aspek spiritual dan akademik, tetapi juga memiliki kompetensi teknologi dan daya saing di tingkat internasional. (hospiburda)