Nama : Syaisa Khaira
Prodi : Pendidikan Bahasa Inggris
Semester : 6
Beberapa tahun kebelakang data membuktikan minat mahasiswa dalam berorganisasi menurun. Dalam hasil penelitian terbaru oleh Muhrajan Piara dan Muhammad Reza Firmansyah dalam artikelnya yang berjudul “Mengapa minat berorganisasi mahasiswa menurun? Identifikasi faktor rendahnya minat organisasi pada mahasiswa” menunjukkan ada 93 mahasiswa yang berminat berorganisasi dan 221 tidak berminat berorganisasi.
Data ini cukup mengammbarkan perbedaan peminat mahasiswa dalam berorganisasi. Sebenarnya apa penyebab fenomena ini terjadi?
Menurut Rahma Faelasofi,dkk dalam artikel nya yang berjudul “Analisis Faktor Minat Berorganisasi Mahasiswa Menggunakan Confirmatory Factor Analysis” terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
- Faktor Internal
- Motivasi bergabung , dorongan batin untuk ikut organisasi. Kurangnya motivasi diri sendiri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki
- Kesesuaian minat dan nilai pribadi, apakah organisasi sesuai dengan minat atau nilai hidup mahasiswa. Mahasiswa saat ini seringkali berfikir rasional dan takut mencoba hal hal baru
- Persepsi terhadap manfaat berorganisasi, sejauh mana mahasiswa melihat keuntungan ikut organisasi. Citra organisasi yang sudah tidak seharum pada zaman sebelumnya juga ikut menjadi penyebabnya.
- Ketersediaan waktu dan komitmen, kemampuan mengatur studi dan ikut organisasi. Management waktu yang kurang sehingga mempersulit mahasiswa dalam mengikuti banyak kegiatan sekaligus.
- Kepribadian dan nilai pribadi, karakter individu yang mendorong keterlibatan sosial. Karakter mahasiswa yang kebanyakan dari kalangan Gen z juga berpengaruh terhadap minat berorganisasi
- Faktor Eksternal
- Pengaruh lingkungan sosial, dukungan atau dorongan dari teman, komunitas, atau lingkungan kampus. Lingkungan saat ini cenderung kurang mendukung mahasiswa yang berorganisasi karna di anggap tidak berguna dan buang buang waktu saja.
- Lingkungan kampus, kultur dan dukungan kampus untuk kegiatan organisasi. Budaya organisasi di kampus yang belum bisa membantu mahasiswa untuk mencapai tujuannya, budaya senioritas dan organisasi hanya sebagai ajang unjuk diri sangat mempengaruhi turunnya minat berorganisasi.
- Pengalaman pribadi terkait organisasi, pengalaman sebelumnya ikut organisasi. Ini juga cukup berpengaruh, karna mahasiswa yang merasakan ketidak nyamanan berorganisasi takut untuk mengulang dan cenderung menyebarkan cerita nya kepada teman temannya,sehingga mereka ikut terbujuk untuk tidak perlu ikut berorganisasi lagi tanpa mengambil pelajaran yang didapat dari berorganisasi tersebut.
Nah, sekarang kita sudah tau apa penyebabnya, tentu kita harus mencari jalan keluar dari fenomena ini. Sebagai mahasiswa yang baik,kita harusnya bisa menggunakan kesempatan berorganisasi sebagai wadah untuk mengembangkan potensi yang di miliki. Dengan menghilangkan kultur kultur yang tidak baik dan fokus dalam memperbaiki sistem organisasi agar bisa mencapai visi misi yang dibentuk. Agar visi misi ini tidak hanya menjadi pajangan dan janji manis belaka.
Dukungan dari kampus tentu juga sangat dibutuhkan agar organisasi dapat berjalan dengan baik dan sesuai keinginan kita bersama. Dari sini juga kita bisa meningkatkan sumber daya mahasiswa dikampus tersebut demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.