
Batusangkar – Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar melaksanakan kegiatan strategis yang bertajuk “Penguatan Kapasitas SDM” dengan menghadirkan Dr. H. Wawan Djunaedi, MA, Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, sebagai narasumber utama, jumat (14/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Gedung Kuliah Terpadu Lt. 4 Kampus II ini diikuti oleh Rektor, para Wakil Rektor, Ka. Biro UAPK, para Dekan, Direktur Pasacasarjana dan seluruh pejabat di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Rektor UIN MY Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan kualitas SDM merupakan pilar utama transformasi institusi. Ia menegaskan bahwa UIN MY Batusangkar terus memperkuat budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berdampak, sesuai dengan arah kebijakan nasional Kementerian Agama.
Dr. Wawan dalam paparannya, mengupas secara komprehensif arah kebijakan SDM Kementerian Agama, transformasi regulasi, hingga problematika status kepegawaian dosen dan tenaga kependidikan di PTKN. Terutama beliau menekankan pentingnya disiplin ASN sebagaimana diatur dalam PP 94 Tahun 2021. Menurutnya, disiplin bukan hanya persoalan kehadiran dan kepatuhan administratif, tetapi juga cerminan integritas serta profesionalitas aparatur dalam memberikan layanan publik.
“ASN yang disiplin bekerja dengan kesadaran bahwa setiap tindakannya membawa nama baik lembaga. Kinerja perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas disiplin para pegawai dan dosennya,” tegasnya.
Kehadiran kabiro SDM ini menjadi momentum penting bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar untuk memperkuat kultur kinerja dan menata kembali manajemen SDM secara lebih komprehensif. Beberapa poin substansial yang sangat ditekankannya dalam pertemuan ini:
1. Transformasi Regulasi dan Urgensi Fikih Kepegawaian
Dr. Wawan mengajak seluruh ASN memahami dinamika regulasi SDM, termasuk status kepegawaian, jabatan fungsional, disiplin pegawai, hingga penilaian kinerja modern. Konsep “fikih kepegawaian” ia tekankan sebagai cara pandang etis dalam menjalankan tugas ASN sebagai sebuah pendekatan religius yang membumi untuk menciptakan SDM yang tertib, amanah, dan profesional.
2. Sistem Merit dan Kinerja Modern
Melalui Pilar Transformasi Kinerja dan Potensial, Dr. Wawan menjelaskan mekanisme penilaian berbasis performance appraisal, penggunaan SKP integratif, serta orientasi hasil kerja dan perilaku sebagai dasar jenjang karier.
Ia juga mengutip berbagai kasus riil, mulai dari status SIASN tidak aktif, masalah jabatan fungsional, hingga isu task learning untuk ASN yang sedang menempuh studi. Semua ini menjadi refleksi penting bagi PTKIN untuk memperkuat tata kelola SDM.
3. Digitalisasi Layanan Kepegawaian
Transformasi ini mencakup integrasi aplikasi: presensi, cuti, SK peningkatan pendidikan, hingga uji kompetensi, yang seluruhnya dirancang untuk mewujudkan layanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan lebih akurat.
4. Budaya Organisasi Menuju Profesionalisme Profetik
Dr. Wawan menggarisbawahi bahwa ASN Kemenag harus menjadi pribadi yang seimbang antara high tech (profesionalisme) dan high touch (nilai profetik).
Empati, kerapian, kedisiplinan, pelayanan publik, dan kepedulian terhadap kelompok rentan harus menjadi kultur kerja ASN Kemenag.
Dalam sesi terakhir, Dr. Wawan menekankan paradigma baru “Kemenag Berdampak”, yaitu gerakan untuk memastikan seluruh program dan kebijakan Kementerian Agama memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat ini harus diterjemahkan ke dalam tata kelola SDM dan dunia akademik, terutama dalam penyusunan kurikulum berdampak di perguruan tinggi.
“Kurikulum tidak boleh hanya menjadi dokumen akademik. Kurikulum harus hidup dan memberi dampak langsung melalui lulusan yang kompeten, riset yang menjawab persoalan publik, dan pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi langkah UIN MY Batusangkar yang terus mengembangkan kurikulum integratif yang menghubungkan ilmu keislaman, ilmu modern, adat Minangkabau, serta kebutuhan dunia kerja. Kurikulum seperti ini, menurutnya, sangat sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini menegaskan komitmen UIN MY Batusangkar untuk menghadirkan budaya kerja yang modern dan responsif. Seluruh materi narasumber menjadi energi baru bagi ASN untuk memperkuat kualitas layanan, menegakkan disiplin, serta mengembangkan kapasitas diri secara berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin mantap melangkah menuju tata kelola SDM dan kurikulum akademik yang unggul, relevan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (hospiburda)