Pilih Laman

Sukses Gelar Visiting Doctor, Prodi Tadris Fisika FTIK UIN Batusangkar Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

oleh | Nov 12, 2025

157

BATUSANGKAR – Guna mendukung peningkatan akreditasi dan mempersiapkan lulusannya menghadapi tantangan di dunia pendidikan, Program Studi (Prodi) Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, kembali menyelenggarakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan rutin prodi ini berlangsung pada Rabu, 12 November 2025, di Aula Kampus I UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Prof. dr. M. Hafizh, M.Si., dan didampingi oleh Ketua Program Studi Tadris Fisika, Artha Nesa Chandra, M.Pd. Dalam sambutannya, Prof. Hafizh menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud komitmen fakultas dalam menghasilkan calon pendidik yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan kurikulum terkini.

“Melalui Visiting Doctor ini, kami berharap mahasiswa dan calon guru dapat memperdalam pemahaman sekaligus mendapatkan bimbingan langsung dari pakar di bidangnya, khususnya mengenai implementasi Kurikulum Merdeka yang sedang digalakkan,” ujar Prof. Hafizh.

Kegiatan yang mengusung tema “Implementasi KBC dalam Perencanaan Pembelajaran Fisika berbasis Pembelajaran Mendalam” ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, Dr. Hj. Khurnia Eva Nilasari, M.Pd., yang merupakan Widyaiswara Ahli Madya dari Balai Diklat Keagamaan Padang. Dr. Khurnia dikenal sebagai instruktur nasional dan ahli dalam penyusunan kurikulum serta modul pembelajaran, termasuk Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Secara garis besar, materi yang disampaikan terbagi dalam beberapa sesi utama. Sesi pertama membahas “Konsep Dasar & Strategi Pemetaan CP: Integrasi KBC dan Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka”. Dr. Khurnia memaparkan filosofi dan strategi praktis dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip KBC dan pendekatan pembelajaran mendalam ke dalam perencanaan kurikulum.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan serangkaian workshop interaktif. Pada Workshop 1, peserta secara langsung melakukan pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) untuk mata pelajaran Fisika dengan mengintegrasikan topik-topik KBC. Sesi hands-on ini memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang relevan.
Setelah ISHOMA, Workshop 2 fokus pada “Penyusunan RPP Berinsersi KBC dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam”. Peserta diajak untuk merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tidak hanya memenuhi tuntutan kurikulum tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta dan pendekatan yang mendalam terhadap ilmu pengetahuan.
Workshop 3 menjadi puncak dari kegiatan praktikum, di mana masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka. Dr. Khurnia memberikan review dan masukan konstruktif untuk menyempurnakan rancangan pembelajaran yang telah dibuat.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi, post-test, dan penutupan yang dipandu oleh moderator dan panitia. Melalui kegiatan ini, Prodi Tadris Fisika berharap dapat mencetak lulusan yang siap dan unggul dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, khususnya Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga dapat berkontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.